Polisi Beberkan Gerak Pelaku Penyerangan Andrie Yunus, Sempat Bersihkan Diri

Athiyya Nurul Firjatillah • 18 March 2026 20:23

Jakarta: Polda Metro Jaya mengungkap perkembangan penyelidikan kasus penyerangan terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Salah satu pelaku yang diduga sebagai eksekutor disebut turut terkena percikan air keras yang digunakan dalam aksi tersebut.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Iman Imanuddin, mengatakan temuan itu berdasarkan hasil analisis rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian.

“Pada kejadian tersebut, kami melakukan proses penyelidikan, berawal dari pemantauan di kantor hingga pergerakan korban keluar, kemudian diikuti oleh pelaku,” ujar Iman dalam konferensi pers, Rabu, 18 Maret 2026.
 



Dari rekaman CCTV, terlihat dua orang pelaku yang berboncengan sepeda motor mengikuti korban hingga lokasi kejadian perkara (TKP). Saat aksi berlangsung, salah satu pelaku melemparkan cairan yang diduga air keras ke arah korban.

Namun, sebagian cairan tersebut diduga mengenai tubuh pelaku sendiri. Setelah kejadian, keduanya terlihat menepi untuk membersihkan diri.

Dalam rekaman lanjutan, tampak pelaku yang mengendarai motor mengenakan kaos merah, turun dan mengambil air mineral dari botol kemasan. Ia kemudian membantu rekannya yang dibonceng untuk membersihkan tubuhnya. Selanjutnya, keduanya bergantian menggunakan air tersebut untuk membersihkan diri di lokasi.

Polisi juga menemukan adanya perubahan pakaian yang dikenakan pelaku sebelum dan sesudah kejadian. Hal ini diduga sebagai upaya menghilangkan jejak.

“Dua orang yang di depan, yang menggunakan kaos merah itu, kami duga pakaian luarnya sudah dilepas. Karena terlihat di TKP menggunakan kemeja motif warna biru,” kata Iman.

Selain itu, penyidik turut menelusuri pergerakan pelaku beberapa jam sebelum kejadian. Pakaian yang dikenakan pelaku, khususnya kaos merah, menjadi salah satu petunjuk penting dalam mengidentifikasi dan memetakan rute mereka.

“Kaos ini juga termonitor, tertangkap CCTV pada saat siang hari sebelum kejadian,” ujarnya.

Saat ini, kepolisian masih terus mendalami kasus tersebut dan memburu para pelaku berdasarkan bukti rekaman CCTV serta hasil penyelidikan di lapangan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Zein Zahiratul Fauziyyah)