Jakarta: Indonesia terletak di jalur Cincin Api Pasifik atau Ring of Fire yang membentang luas mengelilingi cekungan Pasifik. Letak geografis yang strategis ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan risiko bencana geologi tertinggi di dunia, termasuk ancaman gempa bumi.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, pernah mengungkap bahwa sebagian besar wilayah Indonesia memang rawan terhadap guncangan gempa bumi. Bahkan, beberapa gempa bumi yang mengguncang sejumlah daerah belakangan ini diketahui dipicu oleh aktivitas sesar yang baru teridentifikasi.
Daerah Berisiko Tinggi Gempa
Mengutip situs
Indonesia Baik, Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (DVMBG) Kementerian ESDM telah melakukan pemetaan komprehensif untuk mengidentifikasi daerah dengan kerentanan tinggi. Berikut wilayah-wilayah rawan gempa di Indonesia:
1. Pulau Sumatra
Wilayah Pulau Sumatra memiliki risiko tinggi kegempaan yang tersebar di berbagai provinsi dari ujung utara hingga selatan. Daerah yang wajib meningkatkan kewaspadaan antara lain Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Bengkulu, dan Lampung.
2. Pulau Jawa
Pulau terpadat di Indonesia ini juga tidak luput dari ancaman bencana geologi yang mengintai di berbagai sisi lempeng. Daerah rawan gempa di Pulau Jawa meliputi wilayah Banten, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, serta Jawa Timur.
3. Pulau Sulawesi dan Sekitarnya
Potensi gempa terbesar di Pulau Sulawesi terpusat pada tiga provinsi utama, yakni Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Selatan. Selain itu, Kota Balikpapan juga tercatat memiliki tingkat kerentanan gempa yang cukup tinggi dalam pemetaan wilayah ini.
4. Pulau Papua
Wilayah paling timur Indonesia memiliki sejumlah titik rawan pergeseran lempeng yang perlu mendapatkan perhatian khusus dalam mitigasi bencana. Daerah di Papua yang masuk dalam kategori rawan gempa meliputi wilayah Biak, Yapen, dan Fak-Fak.
Wilayah Kepulauan Lain
Sejumlah daerah di luar pulau-pulau besar juga berada dalam zona rawan gempa akibat aktivitas tektonik yang aktif di perairan sekitarnya. Wilayah tersebut mencakup Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku Utara, hingga Maluku Selatan.
Pemetaan zona rawan ini menjadi informasi krusial bagi pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dini terhadap bencana. Kesiapsiagaan menghadapi guncangan diharapkan mampu meminimalisir dampak kerusakan infrastruktur maupun jatuhnya korban jiwa di masa depan.
Janga lupa saksikan
MTVN Lens lainnya hanya di
Metrotvnews.com.
(Daffa Yazid Fadhlan)