Trump Beri Karpet Merah Tarif 0% untuk 1.819 Produk RI

20 February 2026 12:21

Washington: Indonesia dan Amerika Serikat (AS) baru saja menyepakati perjanjian perdagangan timbal balik (Agreement on Reciprocal Trade/ART) dengan tarif resiprokal yang ditetapkan sebesar 19 persen, yang ditandatangani di Washington, Amerika Serikat (AS). Dalam draft perjanjian tersebut, terdapat 1.819 pos produk Indonesia yang tarifnya menjadi nol persen.

"Ada 1.819 pos tarif produk Indonesia, baik pertanian maupun industri, seperti minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, karet, komponen elektronik (termasuk semikonduktor), dan komponen pesawat terbang," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam program Breaking News Metro TV, Jumat, 20 Februari 2026.

Khusus produk tekstil dan apparel, Indonesia-AS juga akan memberikan tarif nol persen dengan mekanisme Tariff Rate Quota (TRQ). Ini memberikan manfaat bagi empat juta pekerja di sektor ini, atau berpengaruh terhadap 20 juta masyarakat Indonesia jika dihitung dengan keluarga.

Indonesia juga berkomitmen memberikan fasilitas tarif nol persen untuk produk pertanian AS, seperti gandum dan kedelai. Dengan demikian, masyarakat Indonesia membayar nol persen untuk bahan baku kedelai atau mi, tahu, dan tempe.
 



"Masyarakat tidak dikenakan beban tambahan biaya bahan baku," kata Airlangga.

Selain itu, kedua negara sepakat tidak mengenakan bea masuk transaksi elektronik. Indonesia juga mendorong transfer data lintas batas terbatas sesuai Undang-Undang yang berlaku dengan pengakuan perlindungan data konsumen yang setara.


(Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto: Foto: tangkap layar Metro TV)


"Indonesia juga akan memberikan kemudahan perizinan impor dan standarisasi barang industri maupun pertanian asal AS. Indonesia berkomitmen mengurangi hambatan tarif dan non tarif, serta memberikan kepastian di sektor ICT, kesehatan, dan farmasi," ujar Airlangga.

Indonesia, kata Airlangga, akan menerapkan strategic trade management, agar perdagangan aman dan tidak digunakan untuk fungsi di luar perdamaian. Perjanjian ini akan berlaku 90 hari setelah proses hukum diselesaikan kedua belah pihak 

"Kedua pihak dapat mengubah perjanjian secara tertulis. Kami akan segera menyampaikan kepada DPR RI terkait Undang-Undang ini untuk mencapai Indonesia Emas," tutur Airlangga.

Menurut Airlangga, perjanjian ART ini menunjukkan dekatnya hubungan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Donald Trump. Di level internasional, banyak perjanjian seperti ini hanya ditandatangani tingkat menteri.

"Namun khusus Indonesia ditandatangani oleh kepala negara. Ini catatan penting bagi kita," ucapnya.


Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Gervin Nathaniel Purba)