Antisipasi Gejolak Harga Minyak Dunia, Presiden Instruksikan Penghematan BBM

14 March 2026 02:09

Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan jajaran pemerintahannya untuk mengkaji langkah-langkah proaktif dalam menghemat konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM). Langkah ini diambil sebagai respons terhadap gejolak harga energi global yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah.

"Tentunya kita juga sekarang harus melakukan langkah-langkah yang proaktif, dalam arti kita harus melakukan penghematan konsumsi BBM. Kita tidak bisa menganggap bahwa apapun terjadi kita aman, ya kita bersyukur kita aman, tapi kita tidak ada upaya untuk mengurangi konsumsi BBM kita," kata Prabowo saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat 13 Maret 2026. 

Dalam arahannya, Presiden menekankan bahwa ketidakpastian harga minyak dunia saat ini berpotensi memberikan dampak berantai terhadap berbagai sektor, terutama ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi nasional.
 

Baca juga: Presiden Prabowo Berharap Skenario Terburuk di Timur Tengah Tak Terjadi

Guna merumuskan strategi penghematan yang efektif, Presiden Prabowo meminta jajarannya mempelajari kebijakan yang telah diterapkan oleh negara lain. Ia mencontohkan langkah-langkah yang diambil Pakistan, seperti pemberlakuan sistem kerja dari rumah (WFH) bagi sebagian pegawai, pemotongan jumlah hari kerja, hingga pengurangan penggunaan kendaraan dinas pemerintah.

Langkah-langkah tersebut akan dikaji lebih lanjut oleh pemerintah untuk kemudian disesuaikan dengan kondisi di Indonesia.

Upaya penghematan energi ini bukan sekadar respons jangka pendek terhadap kenaikan harga minyak, melainkan strategi besar untuk menjaga kesehatan fiskal dan defisit anggaran tetap terjaga dan tidak membengkak.

“Kita harus mengupayakan penghematan. Saya percaya dalam dua sampai tiga tahun kita akan sangat kuat, tapi tetap kita harus hemat konsumsi,” ujar Presiden Prabowo.

Lebih lanjut, Presiden mengungkapkan ambisinya agar pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menuju kondisi balanced budget atau anggaran berimbang. Dengan meminimalkan defisit, pemerintah berharap ketahanan ekonomi nasional tetap kokoh di tengah tantangan geopolitik global yang terus berubah.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)