.,
14 January 2026 16:24
Jakarta: Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menyampaikan berbagai capaian diplomasi Indonesia di hadapan para pejabat Kementerian Luar Negeri, termasuk mantan Menlu Retno Marsudi. Menurutnya, capaian tersebut berkat hasil kolaborasi antara dirinya dengan ketiga wakilnya dan seluruh pegawai Kemenlu.
Ketiga wakil Sugiono ialaha Anis Matta, Arrmanatha Nasir, dan Arif Havas Oegroseno. Walaupun sudah mempunyai tiga wakil menteri, Sugiono mengaku merasa masih kurang.
"Sejujurnya saya merasa masih kurang tiga ini. Saya tidak tahu, apakah diizinkan presiden kalau saya minta tambah," ujar Sugiono, berkelakar, dalam program Breaking News Metro TV, Rabu, 14 Januari 2026.
Dalam paparannya, Sugiono menegaskan komitmen Indonesia terhadap multilateralisme yang diwujudkan melalui keberhasilan memenangkan 10 pencalonan penting di berbagai organisasi internasional sepanjang 2025.
“Ini bukan sekadar angka, tapi soal pengaruh dan dampak, dan wujud kepercayaan kita terhadap prinsip-prinsip multilateralisme itu sendiri,” ujar Sugiono.
Indonesia juga terus memperjuangkan kepentingan nasional di sejumlah forum teknis internasional. Mulai dari IMO terkait standar keselamatan pelayaran, hingga UPU yang berdampak pada UMKM dan e-commerce.
Sugiono secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Wamenlu Arrmanatha Nasir atas perannya dalam diplomasi multilateral. Menurutnya, multilateralisme tetap relevan karena menghasilkan aturan dan mekanisme yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Sugiono juga menegaskan bahwa pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2029–2030 bukanlah demi prestise, tetapi untuk memastikan sistem internasional tetap berfungsi di tengah tekanan global.
Ia juga menyoroti pentingnya keterlibatan Indonesia dalam berbagai platform, seperti BRICS, G20, APEC, dan OKI, yang disebutnya sebagai bentuk strategic diversification sejalan dengan politik luar negeri bebas aktif.
“Because resilience is built through networks, not isolation,” tutur Sugiono.
Pendekatan tersebut juga mendasari fokus Indonesia sebagai Ketua D-8 periode 2026–2027 dengan agenda memperkuat perdagangan intra-D8, ketahanan pangan dan energi, hingga kerja sama ekonomi biru, sains, dan teknologi.
Selain itu, Sugiono berterima kasih kepada Wakil Menteri Anis Matta yang mengawal diplomasi Indonesia di dunia Islam dan menyusun peta jalan kerja sama lintas sektor dengan negara-negara Islam. Langkah konkret diplomasi Indonesia di dunia Islam diwujudkan melalui rencana inisiatif Kampung Haji Indonesia di Makkah.