Terseret Kasus Chromebook, Google Tegaskan Tak Pernah Beri Imbalan ke Kemendikbudristek

13 January 2026 09:48

Raksasa teknologi Google akhirnya memberikan klarifikasi usai terseret dalam dugaan kasus korupsi pengadaan Chromebook yang diduga dilakukan mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim.

Melalui blog resminya, Google memberikan klarifikasi lengkah untuk menanggapi isu yang berkembang mengenai keterlibatan mereka dalam proses pengadaan perangkat di kementerian tersebut.

Google dengan tegas menyatakan bahwa pihaknya tidak pernah menawarkan atau memberikan imbalan dalam bentuk apa pun kepada pejabat di lingkungan Kemendikbudristek agar produk mereka digunakan. Klarifikasi ini membantah tudingan adanya praktik gratifikasi atau upaya mempengaruhi kebijakan kementerian secara ilegal.
 

Baca juga: Kecewa Eksepsi Ditolak, Nadiem: Satu per Satu Fakta akan Terbuka

Terkait hubungan investasi dengan Nadiem Makarim, Google menjelaskan bahwa kerja sama tersebut sudah terjalin jauh sebelum mantan bos Gojek itu menjabat sebagai menteri. Hubungan profesional ini diklaim murni sebagai investasi bisnis pada platform sebelumnya dan tidak ada kaitannya dengan jabatan publik yang kemudian diembannya.

Lebih lanjut, Google menegaskan posisi mereka dalam rantai distribusi perangkat. Google menekankan bahwa mereka tidak memproduksi atau menjual Chromebook secara langsung kepada pelanggan akhir, termasuk pemerintah Indonesia. Bahkan proses pengadaan perangkat sepenuhnya dilakukan oleh produsen perangkat asli (Original Equipment Manufacturers/OEM) Independen serta mitra lokal di Indonesia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)