Sempat Dicegat Israel, Aktivis Global Sumud Flotilla Tetap Berlayar Menuju Gaza

23 May 2026 15:39

Misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) tetap melanjutkan pelayaran menuju Gaza meski sejumlah kapal dilaporkan sempat dicegat tentara Israel, di wilayah perairan Yunani. Ribuan relawan dari 45 negara yang tergabung dalam misi tersebut berupaya menembus blokade Gaza dengan menggunakan lebih dari 70 kapal bantuan kemanusiaan.

Dikutip dari tayangan Metro Siang Metro TV, Sabtu 23 Mei 2026, salah satu kapal yang disebut sempat mengalami intercept adalah Saf-Saf, kapal yang sebelumnya digunakan sebagai motherboat aktivis kemanusiaan Tiago Avila. Meski menghadapi hambatan di laut, para aktivis menegaskan pelayaran tetap dilanjutkan demi membuka akses bantuan bagi warga Gaza.

GSF 2026 bergerak dari empat titik keberangkatan di Spanyol, Turki, Yunani, dan Italia. Dalam laman resminya, misi ini disebut sebagai Spring 2026 yang bertujuan memperjuangkan martabat kemanusiaan dan penegakan hukum internasional di tengah konflik Gaza.

Pelayaran pertama dimulai dari Port Vell Barcelona dengan sekitar 30 kapal pada April lalu. Puluhan kapal lain kemudian diberangkatkan dari Pelabuhan Siracuse Italia menuju jalur yang sama.


Pada 7 Mei 2026, para relawan kembali bersiap berangkat dari Marmaris, Turki. Delegasi internasional membawa bantuan logistik dan dukungan kemanusiaan untuk warga Gaza yang masih berada di bawah blokade.

Delegasi Indonesia juga ikut bergabung melalui Global Peace Convoy Indonesia bersama sejumlah lembaga filantropi internasional lainnya. Mereka menunggu kedatangan kapal lain dari Yunani sebelum melanjutkan pelayaran menuju Gaza.

Istilah “Sumud” sendiri dalam bahasa Arab berarti ketahanan atau keteguhan. Semangat itu yang disebut menjadi pegangan para relawan untuk terus berlayar meski menghadapi ancaman dan pencegatan di tengah perjalanan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Reno Panggalih Nuha Lathifah)