Kanada Kecam Keras Penyiksaan Israel terhadap Aktivis Global Sumud Flotilla

Menteri Luar Negeri Kanada Anita Anand. (Anadolu Agency)

Kanada Kecam Keras Penyiksaan Israel terhadap Aktivis Global Sumud Flotilla

Dimas Chairullah • 23 May 2026 10:18

Ottawa: Pemerintah Kanada secara tegas mengutuk insiden "penyiksaan mengerikan" yang menimpa para anggota armada bantuan Global Sumud Flotilla saat berlayar menuju Jalur Gaza. 

Ottawa menyerukan agar pihak-pihak dari otoritas Israel yang bertanggung jawab atas pelanggaran tersebut segera dimintai pertanggungjawaban.

Menteri Luar Negeri Kanada, Anita Anand, mengungkapkan keprihatinan mendalamnya melalui platform media sosial X. 

Ia mengonfirmasi bahwa warga negaranya telah menjadi korban tindak kekerasan selama masa penahanan.

"Saya baru saja menerima informasi dari para pejabat saya yang merinci penyiksaan mengerikan terhadap warga Kanada yang ditahan di Israel. Warga Kanada ini sekarang telah tiba di Turki," tulis Anand, sebagaimana dikutip dari kantor berita Anadolu, Sabtu, 23 Mei 2026.

Anand menambahkan bahwa para petugas konsuler dari Kementerian Luar Negeri Kanada yang berada di lapangan terus bekerja keras untuk memastikan agar para korban mendapatkan penanganan yang layak. 

"Mereka (dipastikan) menerima perawatan medis mendesak sesuai kebutuhan agar mereka dapat kembali ke rumah sesegera mungkin," tambahnya.

Pemerintah Kanada dengan tegas mengutuk perlakuan buruk yang sangat serius terhadap warga negaranya di wilayah Israel dan menuntut keadilan penuh. 

"Mereka yang bertanggung jawab atas pelanggaran berat ini harus dimintai pertanggungjawaban. Kami akan terus memberikan informasi tambahan seiring tersedianya informasi tersebut," tegas Anand.

Penahanan oleh Israel

Sebelumnya, pihak penyelenggara armada bantuan kemanusiaan Global Sumud Flotilla telah mengonfirmasi pada hari Selasa bahwa seluruh 50 kapal yang tergabung dalam konvoi misi damai mereka telah disita paksa oleh pihak Israel.

Setelah para relawan berhasil dievakuasi dan diterbangkan ke Turki dari pusat-pusat penahanan di Israel, berbagai kesaksian mengerikan mulai bermunculan. 

Keterangan langsung dari para aktivis yang ditahan, yang juga diperkuat oleh sebuah rekaman video yang sempat diunggah oleh seorang menteri kabinet Israel, menjadi saksi bisu mengenai berbagai bentuk penyiksaan yang dilakukan oleh para penculik mereka dari Israel.

Sebagai informasi, armada kemanusiaan multinasional yang membawa 428 orang delegasi dari 44 negara itu bertolak pada Kamis pekan lalu dari distrik Marmaris, Turki. 

Pelayaran ini merupakan sebuah upaya berani berskala internasional untuk menembus blokade ilegal yang telah diberlakukan Israel di Jalur Gaza sejak tahun 2007 silam. 

Blokade yang melumpuhkan tersebut diketahui telah mendorong sebagian besar penduduk sipil Palestina di wilayah itu ke ambang batas kelaparan.

Baca juga:  Tiba di Turki, Relawan WNI Ungkap Perlakuan Tak Manusiawi Militer Israel saat Ditahan

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)