Tiba di Turki, Relawan WNI Ungkap Perlakuan Tak Manusiawi Militer Israel saat Ditahan

22 May 2026 19:50

Istanbul: Sebanyak sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) relawan Global Sumud Flotilla (GSF) yang ditangkap militer Israel telah tiba di Istanbul, Turki, pada Kamis, 21 Mei 2026, waktu setempat. Mereka dalam kondisi sehat meski mendapat perlakuan tak manusiawi saat ditangkap Israel.

Sejumlah WNI yang ditangkap Israel melaporkan mendapatkan kekerasan. Mereka mendapatkan kekerasan fisik, seperti dipukul hingga disetrum.

Rahendro Herubowo, salah satu relawan GSF, misalnya. Dia mengaku ditendang hingga empat kali pada bagian depan dan belakang tubuh. Tak hanya dipukul, dia juga disetrum.
 



"Sudah tidak kuat, jadi sekarang nih saya kalau batuk sakit sini ketarik. Kalau angkat tangan tuh ketarik. Mudah-mudahan sih nggak ada apa-apa ya," kata Rahendro, dalam program Newsline Metro TV, Jumat, 22 Mei 2026.

Hal serupa juga dialami oleh relawan lainnya, Andre Nugroho. Dia disetrum oleh militer Israel saat ditahan. Sambil disetrum, dia dipaksa untuk terus menunduk.

"Setrum di sini. Karena gua bagian terakhir, kepala kita itu tuh harus kayak gini nih (menunduk sambil berlutut). Ya, udah nggak kuat, udah nggak kuat, udah nggak kuat," kata Andre.

Para relawan tersebut mengikuti tes kesehatan begitu tiba di Istanbul. Mereka menceritakan baru saja diambil darahnya dalam rangkaian tes kesehatan tersebut sebelum dipulangkan ke Tanah Air.

"Kami di Istanbul, Turki, lagi tes kesehatan, istirahat, nanti siap-siap pulang. Doakan cepat ya," kata relawan lainnya, Herman Budianto Sudarsono.

Sikap Menlu


Pada kesempatan terpisah, Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono bersyukur atas dibebaskannya sembilan WNI yang ditangkap tentara Israel dalam delegasi GSF.

Dia memastikan proses pemulangan seluruh WNI ke Tanah Air akan berjalan lancar dan dapat tiba kembali dengan selamat sesegera mungkin. Pemerintah Indonesia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Turki atas peran aktif dan juga dukungan penuh dalam fasilitasi proses pemulangan para sandera.

Terkait aksi kekerasan yang dialami para sandera, Menlu Sugiono menegaskan sikap pemerintah Indonesia mengecam aksi tidak manusiawi tentara Israel terhadap relawan GSF. Sugiono menilai tindakan Israel sebagai pelanggaran serius dalam hukum internasional.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Gervin Nathaniel Purba)