Pemerintah Siapkan Stimulus Rp5 Juta untuk UMKM hingga Nelayan Terdampak Gempa NTT

18 August 2026 18:01

Nagekeo: Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, untuk meninjau langsung penanganan pascagempa. Dalam arahannya, Mendagri menyampaikan bahwa bantuan pemerintah tidak hanya menyasar perbaikan hunian, tetapi juga pemulihan sektor ekonomi warga yang terdampak.

"Ada namanya Dana Bantuan Stimulus Ekonomi sebesar Rp5 juta dari Kementerian Sosial (Kemensos). Ini bisa diusulkan bagi mereka yang usahanya terdampak," ujar Tito dalam tayangan Breaking News Metro TV, Selasa 18 Agustus 2026. 

Lebih lanjut, pihaknya menjelaskan bahwa warga yang memiliki usaha kecil, seperti warung yang rusak, serta para nelayan yang kehilangan perahu akibat gempa, dapat mengajukan bantuan ke Kemensos.

Selain sektor perdagangan dan perikanan, sektor pertanian juga menjadi perhatian. Mendagri mencatat terdapat sekitar 89 hektare lahan sawah yang mengalami kerusakan di wilayah tersebut. Ia meminta pemerintah kabupaten segera melakukan pendataan agar Kementerian Pertanian (Kementan) dapat segera turun tangan.

Tito juga menginstruksikan penguatan sinergi antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di tingkat kabupaten dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). 

"Kepala BNPB sudah menempatkan tim di tujuh kabupaten terdampak. BPBD harus tandem dengan BNPB agar penanganan lebih cepat," tegasnya.

Skema perbaikan rumah


Skema Bantuan Perbaikan Rumah terkait perbaikan rumah warga, pemerintah telah menyiapkan skema anggaran berdasarkan tingkat kerusakan:
  • Rusak Ringan: Rp15 juta
  • Rusak Sedang: Rp30 juta
  • Rusak Berat: Rp60 juta hingga Rp70 juta (dua tahap)

Khusus untuk kategori rusak berat, warga diberikan pilihan untuk dibangunkan oleh pemerintah atau membangun secara mandiri dengan anggaran yang diberikan dalam dua tahap.

Mendagri juga membuka ruang bagi masyarakat jika ingin menambah biaya pembangunan secara swadaya atau gotong royong agar hunian menjadi lebih baik.

"Saya minta tolong pemerintah kabupaten, pendataan ini penting sekali. Tolong diselesaikan dalam satu minggu, lalu diverifikasi dalam satu minggu berikutnya. Masyarakat sangat berharap agar perbaikan segera dilakukan," tambahnya.

Mendagri mengimbau agar pembangunan rumah permanen dimulai setelah kondisi seismik dinyatakan stabil oleh BMKG. Hal ini bertujuan untuk mencegah kerusakan berulang jika terjadi gempa susulan yang diperkirakan masih berpotensi terjadi hingga satu bulan ke depan.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X