Menembus Kampung Niowera NTT: Ratusan Warga Menanti Bantuan Tenda dan Air Bersih

27 August 2026 11:08

Bencana gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur menyisakan dampak yang sangat berat bagi warga pesisir dan kepulauan. 

Tim Metro TV berhasil menembus wilayah Kampung Niowera di Kabupaten Sikka, salah satu kawasan yang sempat terisolasi berhari-hari. Akses ke lokasi ini terputus akibat pergeseran tanah dan tanah longsor yang dipicu gempa. 

Jurnalis Metro TV, Fransiskus Gerardus Molo melaporkan, bantuan sembako pertama bahkan baru bisa menjangkau warga pada hari keempat pascagempa melalui jalur laut menggunakan perahu motor.
 


Penjabat (Pj) Kepala Desa Lidi, Maria Goreti Luwe, membenarkan parahnya dampak gempa di wilayahnya. Menurut data desa setempat, setidaknya terdapat 40 rumah warga yang dilaporkan hancur atau rusak total.

"Kondisi kami di sini sangat parah. Jalan putus total sehingga medan menjadi terisolasi. Di Kampung Niowera ini saja, dari dua RT terdapat sembilan rumah yang rusak parah, sementara sisanya retak-retak dan sangat mengkhawatirkan," ungkap Maria dikutip dari Breaking News, Metro TV, Kamis 27 Agustus 2026.

Krisis Logistik dan Air Bersih

Di tengah keterbatasan, warga sangat menanti uluran tangan berbagai pihak. Maria menyebutkan bahwa kebutuhan paling mendesak saat ini meliputi tenda, terpal, tikar, dan selimut. Selain itu, makanan ringan atau makanan siap saji juga sangat dibutuhkan.

"Warga sementara belum bisa berkebun untuk mengambil ubi-ubian yang menjadi makanan pokok adat kami di sini. Jadi, kami sangat berharap ada ketersediaan snack atau makanan untuk sarapan," tuturnya.

Selain urusan perut, warga Desa Lidi juga dihadapkan pada krisis air bersih. Gempa telah menghancurkan seluruh bak Penampungan Air Hujan (PAH) milik warga, sehingga pasokan air menjadi kering kerontang.

Untuk bertahan hidup, warga kini mengandalkan pasokan air minum kemasan dan air yang diangkut oleh ojek motor dari wilayah Uwa.

"Kami sangat mengharapkan bantuan berupa tangki profil tank berkapasitas besar. Tangki ini nantinya diletakkan di desa, supaya ojek yang membawa air bisa langsung menuangkannya ke sana untuk diambil oleh warga," harap Maria.

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X