7.429 Kali Gempa Susulan Guncang NTT, Ini Penjelasan Pakar

27 August 2026 10:57

Pascagempa bumi kuat yang mengguncang pada 15 Agustus lalu, wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) masih terus dilanda aktivitas seismik. Hingga Rabu, 26 Agustus 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat telah terjadi 7.429 kali gempa susulan.

Pakar Geologi Lingkungan dan Mitigasi Bencana Universitas Gadjah Mada (UGM), Dwikorita Karnawati, menyebut bahwa ribuan gempa susulan itu adalah fenomena geologis yang wajar.

"Ini merupakan manifestasi dari proses deformasi kerak bumi pascagempa utama (mainshock). Batuan penyusun kerak bumi sedang menuju keseimbangan baru dengan cara melepaskan sisa-sisa energi," jelas Dwikorita dalam program Selamat Pagi Indonesia di Metro TV, Kamis 27 Agustus 2026.
 


Menurut Dwikorita, tren energi gempa saat ini terus meluruh. Ia meluruskan kekhawatiran masyarakat terkait gempa susulan yang sempat mencapai magnitudo 6,2.

Gempa dengan magnitudo besar tersebut terjadi pada fase awal (satu hingga dua hari pertama) pascagempa utama, bukan baru-baru ini. Saat ini, magnitudo gempa susulan semakin mengecil, bahkan beberapa di antaranya tercatat hanya mendekati magnitudo 1.

Indikator Aman Kembali ke Rumah

Memasuki hari ke-12 di pengungsian, sebagian warga masih ragu untuk pulang ke rumah. Dwikorita mengimbau masyarakat untuk melakukan pengecekan visual secara mandiri terhadap struktur bangunan sebelum memutuskan kembali.

"Pertama, cek apakah ada kerusakan pada struktur utamanya. Jika tiang patah, miring, atau terdapat retakan yang dalam pada kolom bangunan, jangan kembali ke rumah tersebut karena dikhawatirkan bergeser dan runtuh jika terjadi gempa susulan," sarannya.

Sebaliknya, jika bangunan secara keseluruhan masih berdiri tegak dan hanya ditemukan sedikit retakan rambut di bagian dinding, maka rumah tersebut relatif aman untuk ditempati kembali.

Dwikorita juga menyoroti kekhawatiran warga di kawasan pesisir pantai yang membiarkan rumah mereka kosong dan memilih mengungsi ke gunung karena takut akan datangnya tsunami.

"Peringatan dini tsunami sudah diakhiri oleh BMKG sejak 12 hari yang lalu. Selama BMKG tidak mengeluarkan peringatan baru, Insya Allah aman dari ancaman tsunami," ujarnya.

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X