Jakarta: Di tengah tuntutan keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan atau akademik, masyarakat kini semakin akrab dengan istilah burnout. Kondisi ini kerap muncul akibat tekanan berkepanjangan yang tidak diimbangi dengan pengelolaan stres yang baik.
Melansir laman HelpGuide.org, burnout merupakan kondisi kelelahan berat, baik secara emosional maupun fisik, yang berdampak pada menurunnya motivasi dan kapasitas seseorang. Umumnya, burnout dipicu oleh stres atau frustrasi yang berlangsung dalam jangka panjang tanpa adanya regulasi emosi yang tepat.
5 Tips Mengatasi Burnout
Untuk mengatasi kondisi tersebut, terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan agar seseorang mampu keluar dari fase
burnout dan kembali produktif.
1. Mengakui sedang mengalami burnout
Langkah awal yang penting adalah berani mengakui kondisi diri. Tidak sedikit orang yang menolak menyadari bahwa mereka sedang mengalami
burnout karena merasa itu merupakan tanda kelemahan.
Padahal, kondisi ini tergolong umum. Mengutip
Headspace, survei pada 2021 menunjukkan lebih dari setengah tenaga kerja di Amerika pernah mengalami burnout. Mengabaikan kondisi ini justru berisiko memperparah keadaan.
2. Berkomunikasi dengan orang terpercaya
Burnout sering kali ditandai dengan perasaan terbebani, kehilangan energi, dan sulit menikmati aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, penting untuk membagikan perasaan kepada orang yang dipercaya.
Dukungan dari orang terdekat dapat membantu meredakan tekanan emosional serta memberikan perspektif baru dalam menghadapi masalah.
3. Mengatur ritme kerja
Mengombinasikan tugas berat dengan tugas ringan dapat membantu menjaga keseimbangan energi. Pola kerja seperti ini memberi kesempatan otak untuk beristirahat sejenak tanpa kehilangan produktivitas.
4. Menyisihkan waktu untuk relaksasi
Di tengah kesibukan, meluangkan waktu untuk diri sendiri menjadi hal yang krusial. Aktivitas sederhana seperti mendengarkan musik, berjalan santai, atau sekadar beristirahat dapat membantu memulihkan kondisi mental.
5. Mengenali tanda stres pada tubuh
Stres tidak hanya dirasakan secara mental, tetapi juga fisik. Gejala seperti nyeri otot, pegal, atau ketegangan tubuh bisa menjadi tanda
burnout.
Untuk mengatasinya, lakukan teknik relaksasi seperti pernapasan dalam, peregangan, atau latihan ringan agar tubuh kembali rileks.
Dengan mengenali gejala sejak dini dan menerapkan langkah-langkah tersebut,
burnout dapat dikelola dengan lebih baik. Kesadaran terhadap kondisi diri menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan mental di tengah tuntutan kehidupan modern.
Jangan lupa saksikan
MTVN Lens lainnya hanya di
Metrotvnews.com.
(Odetta Aisha Amrullah)