SAR Diperpanjang 3 Hari, Keluarga Jurnalis Yudhistiro Pranoto Terus Menanti Kabar

15 September 2026 17:01

Tim SAR Gabungan resmi memperpanjang operasi pencarian lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda selama tiga hari ke depan. Keputusan ini diambil usai evaluasi dari berbagai upaya penyisiran darat, laut, maupun udara yang belum membuahkan hasil hingga hari ketujuh.

Perpanjangan masa operasi ini memantik secercah harapan baru bagi keluarga korban yang terus menanti kepastian. Salah satu keluarga yang masih menanti keajaiban tersebut adalah kerabat dari jurnalis Yudhistiro Pranoto.

Ibunda Yudhistiro mengungkapkan kerinduannya terhadap sang anak yang dikenal sangat hangat.

"Anaknya tuh sangat penyayang ya, terutama sama orang tua, sama kakaknya, sama adiknya, istri, anak, aduh dia perhatian sekali sama keluarga. Semoga ya ada mukjizat," ungkap ibunda Yudhistiro, seperti dikutip dari Metro Siang, Selasa, 15 September 2026.

Keluarga Yudhistiro terus memantau perkembangan operasi kemanusiaan ini dari hari ke hari. Istri Yudhistiro bahkan dilaporkan sempat ikut terjun langsung menyusuri perairan Selat Sunda bersama tim pencari pada Sabtu pekan lalu.

Merespons situasi yang masih nihil temuan, kakak ipar Yudhistiro, Ade Danhur, menyatakan pihak keluarga terus memanjatkan doa untuk keselamatan, namun juga telah mulai berserah diri pada takdir.

"Semoga apa pun hasilnya, baik dalam keadaan hidup ataupun tidak, ya, kita minta ditunjukkan keberadaannya Yudis tuh. Tapi ya kita semua berharapnya selamat gitu. Tapi keputusan Allah itu kan yang paling menentukan di situ, kita siap semua dari keluarga Yudis," ujar Ade dengan tegar.

Sementara itu, Basarnas memperluas wilayah jangkauan operasi pencarian dan pertolongan (Search and Rescue/SAR) terhadap rombongan jurnalis sekaligus kru kapal cepat yang hilang saat meliput aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Pencarian diperluas hingga Pesisir Bengkulu dan Pulau Enggano.

"Pencarian kami perluas, juga melakukan pemantauan terhadap wilayah pesisir Bengkulu dan Pulau Enggano sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan adanya pergerakan korban atau benda yang berkaitan dengan kejadian ini,” kata SAR Mission Coordinator Al Amrad dalam keterangannya di Jakarta, dilansir Antara, Selasa, 15 September 2026.

(Lutfia Azzahra)

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X