Debit Air Menurun, Ancaman Kekeringan Mulai Bayangi Kabupaten Malang-Kabar Daerah

Deny Irwanto • 25 July 2026 12:37

Jakarta: Ancaman kekeringan mulai membayangi sejumlah wilayah di Kabupaten Malang, Jawa Timur, setelah debit air terus mengalami penurunan sejak pertengahan Juli 2026. BPBD Kabupaten Malang mencatat penurunan debit air terjadi di sejumlah desa, terutama di Kecamatan Sumbermanjing Wetan yang menjadi salah satu wilayah rawan kekeringan.

Pemerintah Kabupaten Malang kini meningkatkan pemantauan terhadap wilayah yang mengalami penurunan debit air untuk mengantisipasi kondisi yang semakin memburuk selama musim kemarau. Pemantauan dilakukan karena musim kemarau diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa bulan ke depan.

Debit Air Mulai Menurun di Sejumlah Desa

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengatakan laporan penurunan debit air saat ini berasal dari Desa Sitiarjo dan Desa Kedungbanteng. BPBD terus melakukan pemantauan untuk mengetahui perkembangan kondisi sumber air di wilayah tersebut.

“Untuk saat ini baru ada laporan penurunan debit air dari Desa Sitiarjo dan Kedungbanteng. Kami terus melakukan pemantauan untuk melihat perkembangan kondisi di lapangan,” ujar Sadono, Jumat, 24 Juli 2026.

Hasil pemantauan BPBD juga menemukan penurunan debit air di Desa Sumberagung, Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Kondisi tersebut telah berlangsung selama sekitar dua pekan dan mulai memengaruhi aktivitas warga yang bergantung pada sumber air setempat.

“Berdasarkan hasil monitoring, wilayah Desa Sumberagung, mulai dua minggu lalu debit air dari belik dan sumur milik warga sudah menurun dan saat ini tinggal kurang lebih 30 persen dari kondisi normal,” jelas Sadono.

Puluhan Kepala Keluarga Mulai Terdampak

Penurunan debit air paling dirasakan warga RT 13 dan RT 14 RW 2 Dusun Krajan, Desa Sumberagung. Sedikitnya 30 kepala keluarga terdampak karena sumber air yang selama ini digunakan warga mengalami penurunan debit.

Air yang masih tersedia saat ini masih dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pokok seperti minum dan memasak. Namun, warga mulai kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan lain sehingga harus mencari sumber air alternatif di luar wilayah tempat tinggal mereka.

“Namun untuk aktivitas lain seperti mencuci pakaian, saat ini warga harus ke Sungai Mbambang yang berjarak 1,5 km dari wilayah RW 2,” tutur Sadono.

Enam Kecamatan Masuk Pemetaan Rawan Kekeringan

Selain Desa Sumberagung, BPBD Kabupaten Malang juga terus memantau kondisi di Desa Sitiarjo dan Desa Kedungbanteng, Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Meskipun debit air di kedua desa tersebut mengalami penurunan, ketersediaan air bersih masih dinilai mencukupi kebutuhan masyarakat.

BPBD Kabupaten Malang sebelumnya telah menetapkan status siaga darurat kekeringan sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau 2026. Sebanyak 13 desa di enam kecamatan masuk dalam pemetaan wilayah rawan kekeringan, yakni Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Pagak, Gedangan, Kalipare, Bantur, dan Donomulyo.

Dari 13 desa tersebut, delapan desa masuk kategori kerawanan tinggi sehingga menjadi prioritas pemantauan BPBD. Meski demikian, pemerintah daerah belum menyalurkan bantuan air bersih karena kondisi di Desa Sumberagung belum masuk kategori kekeringan krisis.

“Belum kekeringan krisis, sehingga kami belum melakukan dropping air bersih ke wilayah tersebut,” jelas Sadono.

BPBD Kabupaten Malang terus memantau perkembangan debit air di sejumlah wilayah untuk menentukan langkah penanganan apabila kondisi semakin memburuk. Pemantauan dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau. (Daffa Yazid Fadhlan)

(Wijokongko)


Close Ads X
Close Ads X