Sidang Korupsi Chromebook, Nadiem: Saya Hanya Ingin ini Berakhir

Satrio Adi Putranto • 21 April 2026 18:47

Jakarta: Terdakwa kasus dugaan korupsi program digitalisasi Pendidikan, Nadiem Makarim tampak emosional dan kelelahan usai menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat pada Selasa, 21 April 2026.

Mantan Mendikbudristek menilai keterangan saksi ahli justru menunjukkan ironi dalam perkara yang menjeratnya.

Usai sidang diskors, Nadiem menyebut program digitalisasi pendidikan yang dijalankan saat ia menjabat, bertujuan meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengadaan barang dan jasa.

Menurutnya, program tersebut justru dirancang untuk menekan potensi penyimpangan bukan menimbulkan kerugian negara.

“Saksi ahli hari ini menunjukkan betapa ironisnya kasus ini. program ini bukan program yang menghasilkan kerugian, tapi malah penghematan anggaran. Anak-anak muda yang mau membersihkan unsur-unsur korupsi, malah akhirnya dituduh korupsi," kata Nadiem.

Nadiem juga menyoroti penilaian terhadap sistem CDM yang dianggap sebagai kerugian negara, padahal menurutnya sistem itu menjadi salah satu cara memastikan pengadaan lebih terbuka dan efisien.

Ia menegaskan, program digitalisasi tersebut bahkan menghemat anggaran karena harga pengadaan dinilai lebih murah dari pasar, serta perangkat lunak yang digunakan tanpa biaya tambahan.

Saat ditanya mengenai kondisi kesehatannya, Nadiem terlihat menahan emosi dan mengaku sudah lelah menghadapi proses hukum yang berjalan. Ia mengatakan hanya ingin perkara ini segera berakhir.

"Saya sudah capek. Saya hanya ingin ini berakhir," tutup Nadiem.


Ajukan tahanan kota


Sebelumnya Nadiem kembali menegaskan permohonan pengalihan status tahanan menjadi tahanan kota dengan alasan kondisi kesehatannya yang menurun. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Wijokongko)