14 May 2026 17:46
Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah serangan drone militer Israel mengguncang wilayah selatan Beirut, Lebanon pada Rabu waktu setempat. Serangan udara yang menghantam tiga kendaraan di jalur utama tersebut dilaporkan menewaskan delapan orang, termasuk seorang ibu dan dua orang anaknya.
Dikutip dari tayangan Metro Siang Metro TV, Kamis 14 Mei 2026, pihak militer Israel mengklaim bahwa operasi tersebut menargetkan infrastruktur strategis milik kelompok Hizbullah di Lebanon Selatan. Namun, jatuhnya korban sipil dalam peristiwa ini kembali memicu kecaman internasional di tengah situasi keamanan yang kian rapuh.
Meskipun gencatan senjata yang dimediasi oleh Amerika Serikat telah resmi berlaku sejak 17 April lalu, aksi baku tembak antar kedua belah pihak di wilayah perbatasan terus berlangsung tanpa henti. Eskalasi kekerasan ini dikhawatirkan dapat mengganggu upaya diplomatik yang tengah dibangun.