Kemlu Imbau WNI Tunda Perjalanan ke Timur Tengah

Athiyya Nurul Firjatillah • 11 March 2026 12:45

Jakarta: Kementerian Luar Negeri mengimbau warga negara Indonesia (WNI) untuk menunda perjalanan ke kawasan Timur Tengah di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di wilayah tersebut. Imbauan ini merupakan langkah antisipasi guna menjaga keselamatan WNI yang disampaikan saat penyambutan kepulangan WNI di area kedatangan internasional terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Selasa, 10 Maret 2026.

Menteri Luar Negeri Sugiono mengatakan masyarakat perlu memperhatikan perkembangan situasi keamanan sebelum memutuskan melakukan perjalanan ke kawasan tersebut.

“Jika ingin melakukan perjalanan ke wilayah Timur Tengah perhatikan kembali status situasi yang ada kemudian jika dianggap tidak mendesak atau tidak perlu saya kira sebaiknya dibatasi sampai keadaan dan situasi benar-benar memungkinkan,” kata Sugiono usai menyambut WNI dari Iran di Terminal 3 Bandara Soetta, Selasa, 10 Maret 2026.

Ia menjelaskan pemerintah terus memantau dinamika keamanan di kawasan Timur Tengah, terutama setelah meningkatnya eskalasi konflik yang melibatkan sejumlah negara di kawasan. Sugiono kemudian menyambut hangat para WNI yang tiba dengan selamat di tanah air.

“Kami mengucapkan selamat datang kembali di tanah air selamat berkumpul kembali sama keluarga di bulan yang suci ini,” tambahnya. Selain menyambut dan menyampaikan imbauan perjalanan, Kementerian Luar Negeri terus melakukan koordinasi dengan perwakilan Indonesia di berbagai negara untuk memastikan perlindungan WNI tetap terjaga.

Langkah tersebut juga dilakukan seiring proses repatriasi WNI dari Iran yang saat ini berlangsung secara bertahap. Pemerintah memastikan setiap perkembangan situasi di kawasan akan terus dipantau guna menentukan langkah perlindungan yang diperlukan bagi warga negara Indonesia.

Sebelumnya sebanyak 22 WNI telah dievakuasi dan tiba di tanah air pada hari ini. Sugiono menyebut, masih terdapat 10 WNI yang akan tiba pada esok hari, Rabu 11 Maret 2026 sebagai rangkaian proses repatriasi. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Wijokongko)