Memasuki dua tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, perluasan akses pendidikan berkualitas melalui program Sekolah Rakyat terus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Program prioritas di bidang pendidikan ini berfokus menekan angka putus sekolah sekaligus meringankan beban ekonomi keluarga kurang mampu di berbagai wilayah Indonesia.
Hingga saat ini, program Sekolah Rakyat telah menjangkau 182 titik di seluruh Indonesia, meningkat dari tahun sebelumnya yang mencatatkan 166 titik. Program ini tercatat telah menampung lebih dari 14.700 peserta didik dari latar belakang keluarga prasejahtera.
Fasilitas Gratis Lengkap hingga Target Wilayah 3T
Para peserta didik di Sekolah Rakyat tidak hanya mendapatkan
fasilitas pendidikan bebas biaya, tetapi juga ditunjang perlengkapan sekolah secara cuma-cuma. Bantuan komprehensif yang diberikan mencakup buku pelajaran, alat tulis, seragam, laptop, hingga kebutuhan harian seperti sabun mandi, sikat gigi, dan pasta gigi.
Pemerintah menargetkan perluasan cakupan Sekolah Rakyat hingga ke wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) guna mempercepat pemerataan kualitas sumber daya manusia (SDM) serta menjalankan amanat Pasal 34 UUD 1945 bahwa fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.
Harapan Baru dan Suara Haru Orang Tua Siswa
Manfaat nyata program ini dirasakan langsung di berbagai daerah, salah satunya di Kabupaten Tabanan, Bali, di mana anak-anak yang sebelumnya terancam putus sekolah akibat kendala biaya kini dapat menikmati fasilitas
pendidikan gratis dengan sarana lengkap.
"Saya mau nitip anak saya Pak, menitipkan anak saya jangan sampai kayak saya Pak enggak sekolah karena keadaan ekonomi Pak. Jadi biarlah bapaknya yang bodoh Pak enggak bisa baca atau apa, tapi anak saya kalau bisa sekolah yang tinggi apa maunya anak, cita-cita anak," ucap orang tua murid, Anto Berlin, dikutip dari tayangan
Prioritas Indonesia, Metro TV, Selasa, 20 Oktober 2026.