6 November 2026 12:20
Perusahaan teknologi Australia, Canva Inc. mengumumkan pemutusan hubungan kerja atau PHK dan restrukturisasi besar-besaran yang berdampak kepada 1.271 karyawan atau 22 persen dari total tenaga kerjanya. Langkah ini diambil di tengah tekanan perkembangan kecerdasan buatan atau AI.
Dikutip dari tayangan Zona Bisnis Metro TV, Jumat 6 November 2026, keputusan itu disampaikan langsung Chief Executive Officer Canva, Melanie Perkins.
Para karyawan Canva yang terdampak akan kehilangan pekerjaan, berganti peran, atau dipindahkan ke pusat operasional lainnya. Langkah restrukturisasi ini mencerminkan gejolak di industri perangkat lunak. Investor menilai kehadiran teknologi baru seperti artificial intelligence, berpotensi menggerogoti bisnis perusahaan software global.