18 September 2026 17:15
Jakarta: Film seperti Life of Pi dan All Is Lost mungkin pernah membuat kita membayangkan bagaimana rasanya terjebak sendirian di tengah laut. Namun, dalam kondisi nyata, bertahan hidup di laut lepas bukan sekadar persoalan mencari makanan atau menghindari predator.
Kehilangan kapal atau terisolasi di tengah laut membuat seseorang harus menghadapi berbagai ancaman, mulai dari tenggelam, dehidrasi, paparan panas dan dingin, hingga sulitnya mendapatkan pertolongan. Karena itu, kemampuan menjaga diri tetap tenang dan memprioritaskan kebutuhan paling mendesak menjadi hal penting.
Lantas, apa yang harus dilakukan jika berada dalam situasi tersebut?
Langkah pertama adalah berusaha tetap tenang. Salah satu cara sederhana yang dapat digunakan adalah prinsip STOP, yaitu Stop atau berhenti, Think atau berpikir, Observe atau mengamati, dan Plan atau membuat rencana. Prinsip tersebut membantu seseorang tidak bertindak secara terburu-buru dan dapat menentukan langkah berdasarkan kondisi yang dihadapi.
Jika berada di dalam air, prioritas utama adalah mencegah tubuh tenggelam. Gunakan jaket pelampung atau benda terapung yang tersedia untuk membantu mempertahankan posisi di permukaan air.
Jika terdapat sekoci atau rakit penolong, segera gunakan dan tetap berada di dalamnya. Pedoman keselamatan maritim juga menempatkan penggunaan peralatan keselamatan, perlindungan dari paparan cuaca, serta upaya agar korban mudah ditemukan sebagai bagian penting dari prosedur bertahan hidup di laut.
Setelah berhasil menjaga tubuh tetap aman, air minum menjadi salah satu kebutuhan paling penting. Air laut tidak boleh diminum karena kandungan garamnya dapat memperparah dehidrasi. US Coast Guard secara khusus mengingatkan orang yang terdampar di laut untuk tidak meminum air laut.
Jika tersedia, manfaatkan persediaan air tawar yang ada di sekoci atau rakit. Air hujan juga dapat ditampung menggunakan perlengkapan yang tersedia.
Menjaga cairan tubuh menjadi prioritas karena paparan panas, angin, dan aktivitas fisik dapat mempercepat kehilangan cairan. Pedoman keselamatan di laut juga menekankan pentingnya menjaga cairan tubuh dan menggunakan air tawar secara tepat.
Makanan bukan kebutuhan pertama yang harus diprioritaskan ketika seseorang baru saja terdampar. Dalam kondisi tersebut, menjaga tubuh tetap aman dan mempertahankan persediaan air jauh lebih penting.
Jika berada di sekoci atau rakit penolong, gunakan makanan darurat dan perlengkapan yang memang tersedia. Peralatan keselamatan pada survival craft umumnya juga dapat dilengkapi dengan persediaan makanan, air, serta perlengkapan memancing.
Laut lepas memiliki berbagai potensi bahaya, termasuk paparan cuaca, suhu ekstrem, gelombang, dan hewan laut. Karena itu, tetap berada di tempat yang relatif aman dan hindari tindakan yang tidak perlu.
Jika berada di sekoci atau rakit, pertahankan posisi dan gunakan perlengkapan yang tersedia untuk membantu proses pencarian dan penyelamatan. Pedoman keselamatan maritim juga menekankan pentingnya membuat korban mudah terdeteksi oleh tim penyelamat.
Dalam situasi darurat, tujuan utama bukan mencari cara yang terlihat paling berani, melainkan bertahan hingga pertolongan datang. Menjaga tubuh tetap mengapung, menghemat cairan, melindungi diri dari paparan lingkungan, serta menggunakan peralatan keselamatan dengan tepat menjadi bagian penting dari upaya tersebut.
Nah, jika suatu saat menghadapi keadaan darurat di laut, tetap tenang dan utamakan keselamatan. Segera gunakan alat keselamatan yang tersedia dan, jika memungkinkan, kirimkan sinyal atau informasi lokasi agar proses pencarian dan pertolongan dapat dilakukan secepat mungkin.
Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com.
(Sofwa Najla Tsabita Sunanto)