Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda wilayah Kalimantan Tengah tidak sekadar mengganggu jarak pandang, tetapi telah menjadi ancaman langsung bagi keselamatan dan kesehatan masyarakat.
Di Kabupaten Kotawaringin Timur, pekatnya kabut asap memicu lonjakan gangguan kesehatan. Tercatat sejak Januari hingga Agustus 2026, hampir 4.000 warga dilaporkan mengalami gejala Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Keluhan yang dialami warga bervariasi, mulai dari batuk, sesak napas, hingga iritasi mata.
Wakil Komandan Harian III Posko Karhutla, Rihel, mengonfirmasi bahwa tingkat
pencemaran udara di wilayah tersebut sudah masuk dalam kategori rawan.
"Posisi Indeks Standar Pencemar Udara (ISPO) berada di angka 304, yang berarti sudah agak rawan. Sesuai data dari 24 puskesmas dan tiga rumah sakit, jumlah penderita ISPA mencapai hampir 4.000 orang, meskipun hingga saat ini belum ada pasien yang harus menjalani rawat inap," jelas Rihel dikutip dari
Primetime News, Metro TV, Senin 10 Agustus 2026.
Pemerintah setempat terus mengimbau warga untuk membatasi aktivitas di luar ruangan. Apabila terpaksa harus keluar rumah, warga diwajibkan menggunakan masker guna mengurangi paparan asap beracun.
Api Mengincar Permukiman Palangkaraya
Sementara itu, ancaman Karhutla di Kota Palangkaraya datang dalam bentuk kobaran api yang kian beringas. Di kawasan Jalan Panala, Kecamatan Sabangau, titik api dilaporkan telah merambat mendekati permukiman warga.
Kondisi lahan gambut yang sangat kering, ditambah dengan hembusan angin kencang, membuat api menyebar dengan cepat hingga nyaris membakar sejumlah rumah. Kondisi ini sempat memicu kepanikan warga yang harus bersiaga di area belakang rumah mereka.
Relawan pemadam kebakaran yang tiba di lokasi langsung berjibaku menyekat jalur pergerakan api agar tidak melahap bangunan. Yeni Paskarina, salah seorang warga yang rumahnya nyaris terdampak, menceritakan kepanikannya saat api membesar.
"Saya lihat di jalan sana apinya sudah sangat besar. Karena selang mobil pemadam dari depan tidak sampai, saya cepat-cepat buka pintu rumah agar petugas bisa masuk lewat rumah saya. Asapnya sangat bau dan membuat sesak napas," ungkap Yeni.