Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai melakukan pembongkaran tiang monorel mangkrak di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, 14 Januari 2025.
“Tentunya untuk melakukan ini, prosesnya panjang, dan secara khusus, saya berterima kasih kepada Kajati (Kejaksaan Tinggi) DKI Jakarta yang telah memberikan dukungan sepenuhnya untuk melakukan penataan Jalan Rasuna Said ini dan juga KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi),” kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Sebelum memutuskan untuk membongkar tiang-tiang monorel itu, dia sempat menemui Kejaksaan Tinggi dan KPK guna memastikan rencana pembongkaran itu aman untuk dilaksanakan dan tidak menjadi persoalan di kemudian hari.
Pramono mengatakan anggaran pembongkaran tiang tersebut diperkirakan sebesar Rp254 juta.
Selain pembongkaran tiang monorel yang mangkrak, Pemprov DKI berencana melakukan penataan di kawasan tersebut, yang meliputi pembuatan taman, pedestrian, serta selokan. Penataan ini diprediksi menelan anggaran sebesar Rp102 miliar.
“Ada 109 tiang monorel sampai dengan ujung Jalan Rasuna Said. Semuanya akan ditata rapi, dan saya meyakini ini akan membuat Jalan Rasuna Said menjadi jalan yang semakin baik dan mudah-mudahan kemacetan juga akan berkurang,” ungkap Pramono.
Proses pembongkaran dilakukan secara bertahap mulai hari ini dengan skema rekayasa lalu lintas. Kendaraan dari jalur lambat akan dialihkan ke jalur cepat di titik-titik tertentu karena adanya penempatan alat berat, namun tidak diberlakukan penutupan jalan secara penuh.
“Mudah-mudahan, saya sudah minta kepada Dinas Bina Marga dan Dinas Perhubungan untuk pengaturan lalu lintas tetap dijaga supaya tidak macet di tempat ini karena ini adalah jalur utama kita,” tutur Pramono.
Selain itu, Pemprov DKI juga menyiapkan konsep penataan kawasan dengan pendekatan complete street. Konsep ini mencakup peningkatan kualitas trotoar, jalur sepeda, transportasi publik, serta penataan ruang hijau di sepanjang koridor Rasuna Said.
Mangkrak bertahun-tahun
Pembongkaran tiang monorel dilakukan karena proyek tersebut telah lama mangkrak dan tidak dilanjutkan pembangunannya. Keberadaan tiang beton dinilai mengganggu estetika kota serta berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Selain itu, kawasan HR Rasuna Said merupakan salah satu pusat bisnis utama Jakarta dengan volume lalu lintas tinggi. Penataan ulang diperlukan untuk meningkatkan kenyamanan, keselamatan, dan aksesibilitas, khususnya bagi pengguna angkutan massal seperti LRT dan BRT.
Sebelumnya, proyek monorel Jakarta direncanakan melintasi sejumlah koridor utama, termasuk Jalan HR Rasuna Said. Namun proyek tersebut terhenti dan menyisakan puluhan tiang beton tanpa fungsi.
Pemprov DKI Jakarta kemudian memutuskan untuk membongkar seluruh tiang mangkrak dan mengembalikan fungsi ruang jalan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang menjadikan Jakarta sebagai kota global dengan sistem transportasi yang terintegrasi, aman, dan ramah bagi semua pengguna jalan.