Jakarta: Tekad belajar politik membawa Abdul Basith Al Farisi, pelajar MAN 2 Cirebon, menempuh perjalanan sekitar enam jam dari Cirebon menuju Jakarta dengan sepeda motor. Pelajar berusia 17 tahun itu datang untuk mengikuti program Remaja Bernegara Batch 27 setelah dinyatakan lolos sebagai peserta.
Abdul memilih berkendara seorang diri menggunakan sepeda motor meski sempat mendapat saran dari orang tuanya untuk menggunakan transportasi umum.
“Awalnya orang tua tuh enggak percaya kalau misalnya saya bakal berangkat dengan motor, apalagi sendirian. Orang tua lebih nyaranin naik travel atau naik bus. Tapi, aku lebih milih yang berbeda. Aku mau naik motor,” ujar Abdul.
Bagi Abdul, perjalanan tersebut bukan sekadar perjalanan menuju Jakarta. Ia ingin memanfaatkan kesempatan mengikuti
Remaja Bernegara untuk menambah wawasan mengenai politik sekaligus melatih keberanian menghadapi dunia di sekitarnya.
“Alasan saya mengikuti Remaja Bernegara selain untuk menambah wawasan saya tentang politik, saya juga ingin lebih berani tentang dunia yang ada di Indonesia ini,” kata Abdul.
Ketertarikan Abdul terhadap politik bukan datang secara tiba-tiba. Ia mengaku gemar membahas politik dan Pancasila di sekolah serta terbiasa berdiskusi mengenai berbagai isu kenegaraan.
Ketertarikan tersebut kemudian mendorongnya mencoba mengikuti program Remaja Bernegara pada Batch 25. Namun, saat itu ia belum berhasil lolos.
Kesempatan kembali datang pada Batch 27. Abdul akhirnya menerima Letter of Acceptance (LOA) sebagai peserta dan merasa bangga bisa mendapatkan kesempatan tersebut.
“Sebelumnya juga aku sempat, Kak, pas angkatan 25. Aku coba daftar, tapi mungkin Allah ngasih takdir yang kemudian hari,” tutur Abdul.
“Tanpa disadari di angkatan yang sekarang, angkatan 27, aku dapat LOA atau aku dapat penerimaan dari pihak NasDem alias Remaja Bernegara tersebut. Dan aku sangat bangga,” lanjutnya.
Perjalanan Abdul menuju Jakarta juga tidak sepenuhnya mulus. Ia sempat beristirahat di Karawang, menghadapi kemacetan, hingga tersesat saat memasuki wilayah Jakarta.
Namun, rasa lelah tersebut terbayar ketika Abdul mengikuti rangkaian kegiatan Remaja Bernegara. Dalam simulasi sidang paripurna, ia mendapat peran sebagai Wakil Ketua II dalam pimpinan DPR.
Pengalaman tersebut memberinya kesempatan untuk berdiskusi secara terbuka, menyampaikan pendapat, sekaligus mengenal lebih jauh peran lembaga negara.
“Mungkin yang paling berdampak buat aku itu pas kita berdiskusi. Aku dapat di diskusi paripurna. Itu diskusi yang terbuka. Aku menjadi Wakil Ketua II dalam pimpinan DPR tersebut,” ujar Abdul.
Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi sesuatu yang berkesan karena merupakan pengalaman pertamanya mengikuti simulasi persidangan.
“Itu menurut aku memorable dan sangat valuable. Karena sebelumnya juga aku enggak pernah. Ini first time aku,” katanya.
Bagi Abdul, belajar politik tidak hanya berkaitan dengan memahami bagaimana pemerintah dan lembaga negara bekerja. Ia menilai generasi muda juga perlu memiliki kepedulian terhadap kehidupan politik di Indonesia.
Menurutnya, pemahaman politik dapat membuat generasi muda lebih peka terhadap kondisi negara sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap Indonesia.
“Kita sebagai generasi muda alias Gen Z itu lebih melek tentang politik. Karena ada beberapa alasan yang mengharuskan kita itu melek tentang politik. Itu juga membuat kita lebih cinta terhadap negara kita, yaitu Indonesia,” tutur Abdul.
Perjalanan enam jam dari Cirebon ke Jakarta akhirnya menjadi bagian dari pengalaman Abdul dalam mengejar ketertarikannya terhadap politik. Ia datang sebagai peserta Remaja Bernegara, tetapi pulang membawa pengalaman baru tentang berdiskusi, menyampaikan pendapat, dan memahami kehidupan bernegara.