Tambang Emas Ilegal Cemari Sungai Batang Bungo, Biaya Produksi Air Bersih Membengkak

28 January 2026 22:08

Maraknya aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di sepanjang aliran Sungai Batang Bungo, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, berdampak serius terhadap kualitas air sungai. Air yang sebelumnya dikenal bersih dan jernih kini berubah menjadi keruh dan pekat, sehingga menyulitkan proses pengolahan air bersih.

Kondisi tersebut memaksa perusahaan penyedia air minum di wilayah setempat mengeluarkan biaya tambahan agar air baku tetap dapat diolah menjadi layak konsumsi bagi ribuan pelanggan.

Aktivitas tambang emas ilegal disebut menjadi penyebab utama menurunnya kualitas air Sungai Batang Bungo. Material lumpur dan limbah hasil penambangan mencemari aliran sungai, membuat air baku yang digunakan perusahaan air minum semakin sulit disaring.
 

Baca juga: Kerusakan Alam Akibat Tambang Emas Ilegal di Bungo Meluas, Sampel Air Diuji di Lab

Salah seorang operator pengolahan air baku, Ismail mengungkapkan, proses penyaringan air kini membutuhkan bahan kimia penjernih dua kali lebih banyak dibandingkan kondisi normal.

“Untuk bahan kimia, sekarang kami membutuhkan jauh lebih banyak. Kalau airnya jernih, kebutuhan bahan bisa dihemat. Tapi dengan kondisi air seperti ini, bahan penjernih terus bertambah,” ujar Ismail.

Meski menghadapi kendala berat dan biaya produksi yang meningkat, pihak perusahaan air minum tetap berupaya menjaga kualitas air agar tetap aman dikonsumsi masyarakat. Namun, pembengkakan biaya operasional menjadi tantangan serius apabila aktivitas tambang ilegal terus berlangsung.

Warga berharap pemerintah daerah dan aparat penegak hukum dapat bertindak tegas menghentikan aktivitas PETI di sepanjang Sungai Batang Bungo, demi menjaga kelestarian lingkungan serta menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakat.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)