10 April 2026 13:56
New York: Indonesia bersama sejumlah negara anggota PBB menyerukan perlindungan yang lebih kuat bagi pasukan penjaga perdamaian di Lebanon. Hal tersebut menyusul meningkatnya ancaman keselamatan akibat konflik bersenjata yang kian memanas.
Duta Besar Indonesia untuk PBB, Umar Hadi menyatakan keprihatinan mendalam atas eskalasi pertempuran antara militer Israel dan militer Hizbullah sejak awal Maret lalu. Umar melihat pasukan PBB sering sekali terjebak di tengah kontak senjata, termasuk serangan yang menewaskan tiga anggota TNI saat bertugas dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Dalam pernyataan bersamanya dengan Duta Besar Prancis Jerome Bonnafont, Umar Hadi mengecam keras serangan berkelanjutan terhadap misi UNIFIL. Ia menegaskan bahwa pihak-pihak yang bertanggung jawab harus segera diadili.
Dukungan ini juga datang dari puluhan negara anggota lainnya yang mendesak jaminan keamanan penuh bagi para prajurit yang bertugas di wilayah konflik tersebut guna menjaga stabilitas di kawasan Timur Tengah.