Cegah Penumpukan Sampah Terulang, Pemkot Gandeng Manajemen Pasar Kramat Jati

Cony Brilliana • 12 January 2026 09:49

Jakarta: Setelah pengangkutan besar-besaran tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, yang dimulai sejak Kamis, 8 Januari 2026, pemerintah daerah memastikan langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang. Penguatan kolaborasi lintas pihak menjadi fokus utama pascapenanganan, Minggu 11 Januari 2026.

Selain mengangkut sampah lama, pemerintah kecamatan bersama Dinas Lingkungan Hidup mulai menyiapkan langkah lanjutan untuk menjaga kondusifitas kawasan pasar. Salah satunya dengan menggandeng manajemen Pasar Jaya dalam pengelolaan sampah berbasis kawasan.

“Kedepannya untuk menjaga kondusifitas kita akan berkolaborasi dengan manajemen pasar jaya, dalam hal ini adalah pasar induk untuk menggalakan pelaksanaan pergub 102 terkait pengelolaan sampah berbasis kewilayahan dan juga pasar area,” Ungkap Dwi Firmansyah selaku Kasatpel Dinas Lingkungan Hidup Kecamatan Kramat Jati yang bertugas pada Minggu, 11 Januari 2026.

Kolaborasi tersebut menegaskan kewajiban pengelola kawasan pasar dalam mengatur sampahnya sendiri sesuai regulasi. Pemerintah juga membuka peluang penambahan armada khusus yang ditugaskan secara rutin di Pasar Induk Kramat Jati.

“Ini merupakan kewajiban daripada manajemen pasar dalam pengelolaan sampah sesuai dengan pergub 102 yang mana mengatur pengelolaan sampah di kawasan. Mungkin itu kedepannya nanti kita akan kolaborasi,” tambahnya.

Dwi Firmansyah menyebut, penumpukan sampah sebelumnya dipicu oleh kombinasi faktor teknis dan peningkatan volume sampah musiman. Beberapa armada sempat mengalami keterlambatan operasional karena perbaikan kendaraan.

Bertepatan musim buah dan sayur


Selain itu, lonjakan sampah juga terjadi pada periode akhir November hingga Desember yang bertepatan dengan musim buah dan sayur. Kondisi serupa biasanya muncul dua kali dalam setahun dan berpotensi meningkat menjelang hari raya.

Masalah tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati telah berlangsung beberapa waktu dan memicu keluhan warga sekitar. Sampah lama yang menumpuk menjadi sumber bau tidak sedap dan mengganggu aktivitas pasar.

Saat ini, fokus pemerintah adalah menuntaskan pengangkutan sampah lama agar hanya tersisa sampah baru dari aktivitas harian pasar. Dengan kolaborasi lintas instansi dan pengelola. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Wijokongko)