PSEL Bali Mampu Olah 1.500 Ton Sampah Jadi Listrik

28 July 2026 17:01

Pemerintah bersama Danantara melakukan groundbreaking pembangunan fasilitas pengolah sampah menjadi energi listrik (PSEL) di Bali. PSEL Bali diperkirakan mampu mengolah 1.500 ton sampah menjadi energi listrik setiap harinya.

PSEL Bali diproyeksikan beroperasi pada akhir 2027 mendatang. Pemerintah berharap instalasi PSEL Bali mampu menjadi tolok ukur bagi pembangunan fasilitas PSEL di daerah lain yang masuk dalam daerah berstatus sampah darurat karena produksinya yang sangat besar.
 



Pembangunan PSEL akan memberikan manfaat ganda bagi lingkungan, di antaranya mengurangi emisi gas rumah kaca, meningkatkan pasokan energi bersih nasional, menciptakan 1.200 lapangan kerja hijau, serta membentuk ekosistem ekonomi hijau berkelanjutan.

Pembangunan PSEL merupakan wujud nyata transformasi pengelolaan sampah nasional. Pemerintah berkomitmen untuk memastikan pembangunan PSEL berjalan cepat, terukur, dan tepat sasaran untuk memperkuat ketahanan energi serta menciptakan sekitar 1.200 lapangan kerja hijau.

Pada kesempatan sebelumnya, Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Perkasa Roeslani mengungkapkan alasan Bali dipilih untuk pengembangan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Salah satunya adalah karena Bali saat ini sedang mengalami masalah darurat sampah.

"Bali adalah salah satu kota, wilayah yang memang sudah masuk dalam kategori darurat sampah," kata Rosan usai peresmian pembangunan PSEL Denpasar Raya, Bali, Rabu, 8 Juli 2026.

Sebagai salah satu showcase Indonesia yang ditonjolkan kepada dunia, masalah sampah di Bali menjadi persoalan yang serius. Untuk itu, Rosan mengatakan, perlu suatu teknologi yang bisa menyelesaikan masalah sampah, namun dengan multiplier effect yang besar.

"Tidak semata-mata hanya pengolahan sampah, tapi multiplier effect-nya terhadap Bali itu dan terhadap perekonomian tidak hanya di Bali, tetapi juga di Indonesia sangat signifikan. Termasuk juga penciptaan lapangan pekerjaannya," ujar dia.

 

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X