23 July 2026 15:05
Sekolah Yayasan Sukma Bangsa Kabupaten Bireuen, Aceh, telah memasuki usia ke-20 tahun. Ribuan alumni lulusan sekolah ini kini telah sukses di berbagai bidang, baik dalam negeri maupun di luar negeri.
Dikutip dari Metro Siang Metro TV, Kamis, 23 Juli 2026, sekolah yang dibangun dari hasil donasi masyarakat Indonesia di seluruh penjuru tanah air yang dikumpulkan oleh Media Group pasca bencana tsunami yang melanda Aceh pada 2004 lalu, kini terus berkembang dan konsisten mendidik anak bangsa, terutama anak-anak korban bencana di Provinsi Aceh.
Memasuki di usia ke-20, Yayasan Sukma Bangsa terus berupaya menjadi sekolah unggul di beberapa kabupaten/kota sehingga para siswa mampu bersaing dengan sekolah unggul lainnya di Aceh. Salah satu kelebihan metode atau juga cara pembelajaran yang diberlakukan di sekolah tersebut sangat praktis dan mudah dimengerti oleh setiap siswa.
Sekolah Sukma Bangsa di Lhokseumawe
Berlokasi di Desa Panggoi, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, sekolah ini dipimpin oleh Direktur, Zubir yang terus mengembangkan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan berkelanjutan bagi seluruh peserta didik.
Sekolah Sukma Bangsa ini memiliki visi menciptakan lingkungan pendidikan yang positif dan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang unggul secara akademik, terampil, dan berakhlak mulia.
Misinya diwujudkan melalui pengembangan potensi siswa, budaya riset, kerja sama dengan berbagai pihak, serta pemberdayaan masyarakat demi terbangunnya budaya damai.
Sekolah Sukma Bangsa di Sigi
Memasuki tahun kelima, Sekolah Sukma Bangsa di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, terus menghadirkan inovasi dalam dunia pendidikan. Tidak hanya memperkuat pembelajaran formal di dalam kelas, sekolah di bawah naungan Yayasan Sukma yang didirikan Media Group ini juga mengembangkan berbagai program pembelajaran luar ruang untuk membentuk karakter, keterampilan, dan daya saing siswa.
Selain mengikuti mata pelajaran formal di kelas, para siswa dibekali beragam keterampilan hidup melalui kegiatan praktik di workshop sesuai bidang masing-masing. Materi yang diberikan meliputi kewirausahaan, tata kelola pertanian, berkebun, hingga pengembangan kemampuan individu sebagai bekal menghadapi dunia kerja maupun membangun usaha secara mandiri di masa depan.