3 March 2026 15:49
Situasi di Timur Tengah semakin mencekam menyusul eskalasi militer antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Hingga saat ini, pemerintah Iran dilaporkan telah meluncurkan sedikitnya 14 gelombang serangan yang menargetkan titik-titik strategis militer Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan tersebut.
Pemerintah Iran mengklaim bahwa sejumlah target berhasil dilumpuhkan dalam operasi tersebut. Serangan ini disebut sebagai bentuk pembelaan atas kedaulatan wilayah Iran yang dianggap telah dilanggar oleh pihak asing.
Iran menegaskan bahwa pangkalan militer Amerika Serikat di beberapa negara Teluk, termasuk Qatar, Arab Saudi, Bahrain, Yordania, Uni Emirat Arab, dan Kuwait, merupakan target yang sah jika digunakan untuk mendukung agresi terhadap wilayahnya.
Pemerintah Iran juga mendesak Dewan Keamanan PBB untuk segera bertindak atas pelanggaran hukum internasional yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel, serta menuntut pertanggungjawaban atas agresi militer tersebut.
Laporan langsung dari Kota Qom menyebutkan bahwa suara ledakan sempat terdengar beberapa kali, termasuk di dekat instalasi nuklir Fordow yang terletak sekitar 30 km dari pusat kota. Namun, otoritas setempat menyatakan bahwa suara tersebut berasal dari aktivasi sistem pertahanan udara Iran yang bekerja secara efektif menghalau ancaman.
| Baca juga: Kirim Surat ke Kongres AS, Trump Sebut Ancaman Iran Tak Dapat Ditoleransi Lagi |