Magelang: Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) kembali membuka program magang nasional untuk angkatan ketiga dengan kuota sebanyak 150 ribu peserta.
Selain itu pemerintah juga menyiapkan program pelatihan vokasi nasional bagi 250 orang guna meningkatkan kompetensi serta memperluas peluang kerja bagi lulusan sekolah dan perguruan tinggi.
Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor mengatakan, bahwa program magang dan pelatihan vokasi ini merupakan langkah strategis pemerintah untuk menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dengan kebutuhan industri.
Penguasaan teori di bangku pendidikan formal saja belum cukup bagi para lulusan untuk langsung memasuki pasar kerja. Mereka juga membutuhkan keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan serta kepemilikan sertifikasi kompetensi.
"Jadi kalau vokasi nasional lebih mengedepankan anak-anak tamatan SMA dan SMK. Tapi magang hub kita perlukan perhatian dari dunia pendidikan, belum bisa maksimal. Tapi ini lah yang kami lakukan atas perintah bapak presiden," kata Afriansyah, dalam program
Metro Siang Metro TV, Sabtu, 10 Oktober 2026.
Berdasarkan hasil survei dan evaluasi yang dilakukan Kemenaker, tercatat hampir 40 persen peserta magang nasional dari angkatan sebelumnya berhasil diserap dan diterima bekerja di perusahaan tempat mereka magang.
Melalui pendampingan mentor berpengalaman, program ini tidak hanya memberikan pengalaman kerja langsung di lingkungan profesional, melainkan juga membentuk mental dan kesiapan peserta dalam menghadapi dinamika tuntutan industri modern