2 WNI Jadi Korban Serangan Houti ke Bandara Arab Saudi

15 October 2026 16:14

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh, Arab Saudi, membenarkan kabar dua orang Warga Negara Indonesia (WNI) menjadi korban luka dalam serangan dari kelompok pemberontak Houthi dari Yaman yang menyasar Bandara Internasional King Khalid. Berdasarkan informasi dari Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Arab Saudi, dua WNI tersebut mengalami luka ringan.

Dikutip dari tayangan Metro Siang Metro TV, Kamis, 15 Oktober 2026, sebelum mendapatkan konfirmasi dari Otoritas Arab Saudi, KBRI terlebih dahulu menelusuri informasi mengenai kemungkinan adanya WNI yang menjadi korban dari serangan Houthi. 

KBRI kemudian berkoordinasi dengan otoritas setempat dan mendatangi sejumlah rumah sakit di Riyadh untuk memastikan kondisi WNI. Kedua WNI yang menjadi korban tersebut telah mendapatkan perawatan medis dan dirawat di Rumah Sakit Sulaiman Al Habib Al Sahafa dan Rumah Sakit Sulaiman Al Habib Al Takhassusi. 

Pada hari Selasa, 13 Oktober 2026, keduanya kemudian diperbolehkan pulang setelah menjalani serangkaian perawatan medis. 

Sementara itu, serangan kelompok pemberontak Houthi terus berlanjut. Kelompok Houthi Yaman mengklaim telah menghantam sebuah jet tempur Arab Saudi menggunakan rudal permukaan-ke-udara di Provinsi Saada, Yaman utara, Rabu, 14 Oktober 2026.

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengatakan rudal tersebut mengenai pesawat secara langsung hingga berisiko jatuh. 

“Pesawat yang menjadi sasaran merupakan jet tempur Typhoon milik Arab Saudi yang lepas landas dari pangkalan udara di Taif, Arab Saudi bagian barat,” kata Saree, dikutip dari Anadolu.

Hingga kini, otoritas Arab Saudi belum memberikan tanggapan langsung atas klaim Houthi tersebut.

(Lutfia Azzahra)

(Gervin Nathaniel Purba)


Close Ads X
Close Ads X