Tinggalkan Cara Lama, Petani Tulungagung Jajal Metode Tabela

14 October 2026 23:47

Petani di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, mulai beralih menggunakan metode Tanam Benih Langsung (Tabela). Metode ini memangkas tahapan tanam sekaligus diproyeksikan mampu menggenjot produktivitas panen.

Di lahan persawahan Desa Bendungan, Kecamatan Gondang, benih padi kini ditanam langsung ke lahan menggunakan drum seeder bersistem jajar legowo. Proses panjang seperti persemaian dan mencabut bibit (daut) ditiadakan, sehingga waktu dan tenaga petani jauh lebih hemat.

Efisiensi ini sangat dirasakan Asngat (72), petani yang menggarap sawahnya seorang diri. "Macul sama daut itu kan kalau tenaga saya sendiri enggak mampu, nanti cari orang lain. Sekarang perbandingannya itu enggak ada, jadi lebih irit tenaga dari biasa," tutur Asngat dikutip dari Prioritas Indonesia, Metro TV, Rabu 14 Oktober 2026. 
 



Meski menekan tenaga kerja, metode Tabela membutuhkan lebih banyak benih dan pupuk untuk menyokong kepadatan populasi tanaman. Kebutuhan benih melonjak dari 30 kg menjadi 70-80 kg per hektare. Pupuk Urea naik menjadi 300 kg/hektare, dan NPK mencapai 400 kg/hektare.

Saat ini, Tabela di Tulungagung masih dalam tahap uji coba di 100 hektare lahan yang tersebar di 19 kecamatan.

Berdasarkan data Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), uji coba metode ini di Trenggalek telah terbukti sukses mendongkrak hasil panen hingga menembus 10,4 ton per hektare, atau meningkat 1 hingga 2 ton dibandingkan metode konvensional. Jika berhasil, Tabela akan menjadi solusi pertanian yang lebih efisien dan menguntungkan.

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X