Bekasi: Pemerintah terus memperluas akses pendidikan bagi anak-anak, khususnya dari keluarga kurang mampu melalui program Sekolah Rakyat. Tak hanya memberikan fasilitas belajar yang layak, program ini juga menumbuhkan semangat belajar dan membangun karakter para siswa.
Sejauh ini, Sekolah Rakyat telah memberikan banyak manfaat bagi murid maupun calon guru di Indonesia. Haikal, guru sejarah di Sekolah Rakyat Menengah Atas 13 Bekasi, misalnya.
Awalnya ia tertarik menjadi guru Sekolah Rakyat karena memiliki ketertarikan terhadap dunia pendidikan sekaligus kesejahteraan sosial. Setelah melalui serangkaian tes, akhirnya dia dinyatakan lolos.
Haikal sempat memiliki kekhawatiran saat akan mengajar siswa dengan latar belakang ekonomi terbatas. Namun pandangannya berubah setelah melihat langsung semangat belajar para siswa. Menurut Haikal, semangat belajar anak-anak di Sekolah Rakyat sangat tinggi meski hidup dalam keterbatasan.
(Semangat belajar anak-anak di Sekolah Rakyat sangat tinggi meski hidup dalam keterbatasan. Foto: tangkap layar Metro TV)
"Anak-anak saya pandang sama semua ya, rata. Tapi begitu saya datang ke rumahnya, Mbak, wah itu nggak ada tempat belajar sama sekali. Di sekolah dia benar-benar belajar yang kalau saya lihat itu nggak cukup sama guru saja. Jadi kalau dia udah selesai gitu belajar dan masih masih kurang, dia minta tambahan sama wali asuhnya," kata Haikal, dalam program Prioritas Indonesia Metro TV, Jumat, 22 Mei 2026.
Selain pembelajaran akademik, Sekolah Rakyat juga membangun pendidikan karakter melalui pembiasaan disiplin dan adab sehari-hari. Dukungan fasilitas digital seperti internet, laptop, dan smartboard juga membantu siswa lebih siap mengikuti perkembangan teknologi. Meskipun memerlukan waktu.
"Untuk melek terhadap teknologi bagaimana mengetik, itu mengetik mereka masih sangat lambat dan tidak apa ya, perlu diberikan semacam tutorial gitu agar mereka menggunakan peralatan yang ada di sini," tuturnya.
Kehadiran Sekolah Rakyat diharapkan menjadi langkah nyata pemerintah dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.