Surabaya: Prihatin atas musibah KMP Virgo Transport 8, membuat Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT), menggelar doa bersama dan tabur bunga di laut, Dermaga Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Selasa, 14 September 2026 siang. Aksi ini sekaligus untuk mendoakan para sopir dan penumpang yang hingga kini masih belum ditemukan.
Anggota GSJT menggelar doa bersama, sebelum melakukan tabur bunga ke laut. Bunga ditaburkan sebagai bentuk duka, sekaligus ungkapan harapan agar para korban yang masih hilang, segera ditemukan.
Bagi para sopir, musibah
KMP Virgo Transport 8, menjadi duka mendalam. Sebab, sejumlah rekan mereka dikabarkan turut menjadi korban dalam musibah kapal yang melayani rute Surabaya-Banjarmasin tersebut.
Koordinator GSJT menyebut, musibah kecelakaan kapal yang melibatkan para sopir dan pekerja angkutan, bukan pertama kali terjadi. Dalam beberapa bulan terakhir, mereka mengaku kembali merasakan keprihatinan atas sejumlah musibah angkutan laut.
Selain untuk mendoakan korban, aksi tabur bunga ini juga menjadi bentuk solidaritas antar sopir. GSJT menyebut, sekitar 11 rekan sopir masuk dalam data yang mereka kumpulkan, dan disebut telah dicek dengan data manifes di Basarnas.
Para sopir tersebut berasal dari sejumlah daerah, di antaranya Tulungagung, Kediri, Lamongan, Surabaya, hingga Timor. Mereka diketahui membawa logistiK, baik tergabung dalam perusahaan ekspedisi, maupun secara perorangan.
Di tengah proses pencarian yang masih berlangsung, GSJT berharap seluruh rekan mereka yang belum ditemukan, dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.
Doa dan tabur bunga di laut pun menjadi simbol harapan, agar pencarian terus dilakukan, hingga seluruh korban yang masih hilang mendapat kepastian.
Bagi para sopir, laut bukan sekadar jalur untuk mengirimkan logistik ke berbagai daerah. Namun juga menjadi tempat mereka menggantungkan mata pencaharian. Karena itu, mereka berharap musibah serupa tidak kembali terjadi, dan keselamatan para pekerja transportasi laut semakin diperhatikan.