29 July 2026 09:59
PELEMAHAN tajam nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dalam dua hari terakhir menjadi gambaran nyata bagaimana pasar keuangan merespons pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI). Optimisme memang harus terus dijaga, tetapi reaksi pasar tersebut merupakan alarm yang tidak boleh diabaikan.
Pada Senin (27/7), sesaat setelah Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengumumkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menerima surat pengunduran diri Perry sehari sebelumnya, nilai tukar rupiah langsung menembus Rp18.000 per dolar AS. Sehari kemudian, Selasa (28/7), tekanan belum juga mereda. Rupiah kembali melemah dari Rp18.060 menjadi Rp18.084 per dolar AS.
Reaksi itu dapat dipahami.
Pengunduran diri Perry berlangsung secara mendadak dan terjadi jauh sebelum masa jabatannya berakhir pada Mei 2028. Lebih dari itu, Perry merupakan satu-satunya Gubernur BI pada era Reformasi yang dipercaya menjabat selama dua periode penuh. Delapan tahun memimpin bank sentral menunjukkan adanya kesinambungan kebijakan yang selama ini menjadi salah satu penopang kepercayaan pasar.
Peristiwa ini juga memiliki arti penting karena merupakan kali pertama seorang Gubernur BI mengundurkan diri di tengah masa jabatan dengan alasan di luar kontestasi politik. Sebelumnya, Boediono meninggalkan kursi gubernur pada 2009 karena maju sebagai calon wakil presiden.
Apa pun alasan di balik pengunduran diri tersebut, yang terpenting saat ini ialah memulihkan kepercayaan pasar secepat mungkin. Kepastian di tubuh bank sentral mesti cepat diwujudkan karena hanya dengan kepastian itulah kredibilitas pengelolaan ekonomi makro, baik di dalam negeri maupun di mata dunia bisa dijaga.
Jalan keluar paling efektif adalah memastikan proses pergantian kepemimpinan BI berjalan berdasarkan prinsip meritokrasi. Pengganti Perry harus dipilih karena kompetensi, integritas, pengalaman, dan independensinya, bukan karena kedekatan politik ataupun hubungan kedekatan lainnya. Bank sentral hanya akan dipercaya jika dipimpin figur yang bebas dari konflik kepentingan.
Aspek independensi inilah yang kini menjadi perhatian publik. Sempat muncul spekulasi mengenai kemungkinan adanya intervensi politik terhadap suksesi di bank sentral. Semoat muncul spekulasi dugaan adanya sosok yang telah dipersiapkan untuk menduduki kursi gubernur.