BMKG: Aktivitas Gempa Susulan di NTT Mulai Menurun

27 August 2026 14:41

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 8.330 kali gempa susulan telah mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga Kamis, 27 Agustus 2026 pukul 11.00 WIB. Meski demikian, aktivitas gempa susulan dilaporkan mulai menunjukkan tren penurunan.

"Trennya sudah semakin menurun. Kita perkirakan sekitar 3-4 minggu ke depan gempa-gempa signifikan yang dirasakan masyarakat akan mulai meluruh. Sisanya hanya berupa gempa kecil berskala 2 hingga 3 MMI yang tidak merusak bangunan dan hanya tercatat oleh alat," ucap Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto dalam dialog Breaking News Metro TV, Kamis, 27 Agustus 2026. 

BMKG juga menegaskan bahwa magnitudo 7,7 yang terjadi pada 15 Agustus lalu merupakan gempa utama. Kekuatan tersebut sudah mencapai batas rilis energi maksimum untuk segmen sesar di utara Flores, sehingga peluang munculnya gempa yang lebih besar sangat kecil.


Wijayanto secara tegas membantah isu yang beredar di masyarakat mengenai ancaman gempa susulan bermagnitudo 8,1 yang akan memicu tsunami besar.

"Saya pastikan itu adalah hoaks dan berita tidak benar. Tidak ada lagi gempa susulan yang akan mengakibatkan tsunami di daerah tersebut," tegasnya.

Selain itu, ia juga meluruskan asumsi masyarakat yang mengaitkan bencana gempa tektonik ini dengan aktivitas erupsi vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki. Menurutnya, kedua fenomena tersebut tidak memiliki hubungan sama sekali, mengingat aktivitas vulkanik Lewotobi sudah terjadi jauh sebelum gempa 7,7 mengguncang Flores.

Sebagai langkah mitigasi lanjutan, BMKG mengimbau warga yang rumahnya mengalami kerusakan struktural untuk tetap tinggal di pengungsian. Sebaliknya, jika rumah hanya mengalami kerusakan ringan seperti retak rambut pada dinding, warga dipersilakan kembali ke rumah dengan tetap meningkatkan kewaspadaan.

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X