Gus Kikin Tegaskan NU Bukan Organisasi Politik

1 September 2026 16:39

Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) menegaskan Nahdlatul Ulama (NU) bukan organisasi politik. NU merupakan organisasi keagamaan dan kemasyarakatan. 

"NU itu bukan untuk berpolitik. NU itu adalah jamiyah diniyah ijtimaiyah. Jadi ini satu organisasi keagamaan, organisasi kemasyarakatan, dan bukan untuk berpolitik," ujar Gus Kikin, dikutip dari tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, pada Selasa, 1 September 2026.

Gus Kikin menyebut NU merupakan organisasi keagamaan yang berprinsip dan berpedoman pada Qanun Asasi, sehingga NU bukan organisasi politik. 

Meski bukan organisasi politik, Gus Kikin menyatakan dukungan NU terhadap pemerintah. Gus Kikin menyebut NU tetap memerlukan sinergi dengan berbagai elemen. Termasuk dengan tokoh nasional dan kelompok politik, namun tidak berarti NU menjadi kendaraan politik.

"Jadi ya berpotensi ada gesekan dengan pihak lain, tapi jalurnya berbeda. Kita ini umat Islam, wajib mendukung pemerintah, itu kewajiban," ujarnya.

Cendekiawan muda NU, Nadirsyah Hosen (Gus Nadir) juga meminta pemimpin baru NU untuk bersinergi dan bekerja secara kolektif, bukan hanya otoritas tunggal.  

"Kita harus melakukan kerja-kerja kolektif. Tidak lagi berdasarkan otoritas tunggal. Saat ini para tokoh Nahdlatul Ulama dengan segala hormat tidak memiliki kapasitas yang sama dengan para pendiri NU, karena itu tidak bisa lagi mengandalkan otoritas individu. Harus ada kerja-kerja kolektif bersama," ujar Gus Nadir. 

Terpilihnya pemimpin baru NU membuat tokoh dan kalangan luas berharap kepemimpinan Gus Kikin bersama KH Miftachul Akhyar dapat menciptakan suasana organisasi yang sejuk, damai, serta menjadi tempat yang nyaman bagi seluruh warga Nahdliyin. 

(Lutfia Azzahra)

(Gervin Nathaniel Purba)


Close Ads X
Close Ads X