Nattasya Amani Vrazeti • 3 September 2026 16:51
Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberlakukan tarif flat Rp5.000 untuk LRT Jakarta rute Kelapa Gading–Manggarai. Besaran tarif tersebut akan berlaku selama dua bulan setelah peresmian.
“Begitu nanti sudah diresmikan, maka akan diterapkan tarif 5.000 flat selama satu-dua bulan. Setelah itu kami akan melakukan evaluasi,” ujar Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis, 3 September 2026.
Baca Juga :
Pramono menjelaskan, evaluasi tersebut dilakukan demi menemukan titik temu antara tingkat keterjangkauan harga bagi publik dan beban efisiensi anggaran subsidi transportasi. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI ingin memastikan fasilitas umum tetap terjangkau tanpa membebani keuangan daerah.
“Bagaimana dan angka berapa yang tepat yang kemudian bisa diterima oleh publik dengan baik, dan juga tentunya bagi LRT agar subsidinya tidak terlalu berlebihan dari Pemerintah DKI Jakarta,” kata Pramono.
Menindaklanjuti keputusan tersebut, Pramono akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat dalam waktu dekat. Berdasarkan kalkulasi tahap awal, Pemprov DKI Jakarta optimistis kebijakan ini bakal disambut hangat oleh warga Ibu Kota.
“Jadi itu sudah menjadi keputusan, kami akan segera melakukan sosialisasi terhadap itu. Dan saya meyakini di tahap-tahap awal kemarin kami sudah melakukan perhitungan, dari animo publik yang luar biasa,” kata Pramono.
Sebelum skema tarif Rp5.000 resmi berjalan, Pemprov DKI Jakarta terlebih dahulu memberlakukan tarif khusus sebesar Rp8 sampai hari peresmian tiba. Skema ini diberikan sebagai bentuk apresiasi sekaligus pengenalan moda transportasi baru bagi warga.
“Kemarin kami sudah rapat dan sudah saya putuskan sampai dengan hari-H peresmian, maka kita akan menerapkan tarif Rp8,” kata Pramono.
Pramono optimistis penerapan tarif terjangkau ini sanggup mendongkrak minat masyarakat secara signifikan dalam memanfaatkan transportasi massal. Dia membidik target penumpang baru dapat menembus puluhan ribu orang per hari di koridor anyar tersebut.
“Saya meyakini pasti setiap hari mungkin sudah bisa di atas 40.000 pelanggan yang baru, yang selama ini belum pernah menggunakan LRT lintasan dari Kelapa Gading sampai Manggarai,” kata Pramono.
Pemprov DKI Jakarta memutuskan menunda agenda peresmian LRT Jakarta rute Kelapa Gading–Manggarai yang sedianya digelar pada Rabu, 26 Agustus 2026. Penundaan singkat tersebut dilakukan guna mematangkan evaluasi akhir serta menyempurnakan detail fasilitas penunjang stasiun.
“Kami ingin peresmian dilaksanakan setelah penyempurnaan sejumlah detail pada fasilitas,” ujar Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta Marulina Dewi dalam keterangan resminya.
Marulina menegaskan penyesuaian jadwal peresmian ini sama sekali tidak mengganggu keseluruhan agenda proyek LRT Jakarta. Pemprov DKI Jakarta bersama PT Jakarta Propertindo (Perseroda) terus merampungkan seluruh tahapan pengembangan koridor sepanjang 12,2 kilometer tersebut sesuai dengan rencana kerja.
Untuk diketahui, koridor LRT Jakarta rute Kelapa Gading–Manggarai melayani lintasan yang melingkupi 11 stasiun, mulai dari Stasiun Kelapa Gading hingga Stasiun Manggarai. Seluruh stasiun siap beroperasi melayani perjalanan warga dengan skema tarif flat yang telah ditetapkan.