Banda Aceh: Polda Aceh membenarkan salah satu anggotanya, Bripda Muhammad Rio terlibat sebagai tentara bayaran di Rusia. Oknum anggota Satuan Brimob Polda Aceh tersebut diketahui telah meninggalkan tugas tanpa izin sejak Desember 2025.
Keberadaan Bripda Rio terungkap setelah video dan foto dirinya berseragam militer Rusia beredar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut, ia terlihat berada di wilayah konflik Donbass, Ukraina.
Kapolda Aceh Irjen Marzuki Ali Basyah mengatakan sebelum desersi, Bripda Rio telah menjalani sanksi etik akibat pelanggaran disiplin. Ia sempat dimutasi dan ditempatkan dalam tugas pelayanan internal di lingkungan Brimob.
Setelah dua kali dipanggil dan tidak memenuhi panggilan dinas, Bripda Rio dinyatakan desersi dan masuk daftar pencarian orang. Kepolisian kemudian menjatuhkan sanksi tegas berupa pemberhentian tidak dengan hormat dari Kepolisian Republik Indonesia.
Polda Aceh menegaskan, keterlibatan anggota Polri dalam kelompok militer asing merupakan pelanggaran berat terhadap hukum dan kode etik institusi. (Metro TV/Alhadi Habibi)