Kekeringan di Cilegon, Warga Harus Jalan Kaki 2 Km Demi Dapatkan Air Bersih

21 July 2026 15:33

Warga Kampung Gunung Batur II, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak Cilegon, Banten, sudah mengalami kesulitan mendapatkan air selama lima bulan terakhir akibat kemarau panjang. Kondisi tersebut memaksa mereka harus berjalan kaki sejauh dua kilometer dengan menyusuri hutan dan menuruni lembah curam, hanya untuk mengisi jerigen mereka dengan air bersih.

Setiap hari, warga membawa jerigen dan galon kosong sambil menyusuri jalan setapak menuju aliran sungai Bendung untuk mendapatkan air bersih.
Mereka harus berjalan menuruni tebing yang curam untuk menuju ke sumber mata air.

Setibanya di lokasi, warga tidak dapat langsung mengambil air, namun harus bergantian mengisi tempat air mereka karena terbatasnya air yang ditampung di sumur Bendung ini.

Meski lembah sumur Bendung memiliki belasan sumber mata air, namun di musim kemarau panjang hanya beberapa sumber mata air yang masih mengalirkan air bersih.

Baca Juga :

Usai mengambil air bersih dari dasar lembah, warga harus membawa galon dan jerigen berisi air bersih itu ke rumah mereka masing-masing dengan berjalan kaki yang jaraknya sekitar dua kilometer dari sumur Bendung.

Menurut pengakuan warga, setiap satu pekan sekali Pemda setempat telah mendistribusikan air bersih ke pemukiman yang kekurangan air bersih. Namun bantuan air bersih tersebut belum mencukupi, mengingat setiap warga hanya mendapat jatah dua galon air saja.

Iya, setiap tahun adanya kayak gini. Ya dikirim sama mobil itu buat nyuci-nyuci. Dapatnya dua galon. Itu hanya cukup untuk mencuci saja, ujar Sarah, warga Gunung Batur Dua dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Selasa 21 Juli 2026.

Setiap tahunnya pemerintah setempat hanya bisa menyuplai air bersih dengan menggunakan truk tangki namun dengan jumlah yang terbatas. Warga berharap pemerintah bisa membuat solusi jangka panjang seperti pembangunan jaringan air bersih atau infrastruktur pendukung lainnya, agar mereka tidak harus menempuh perjalanan jauh dan berbahaya untuk mendapatkan air saat musim kemarau.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X