Capek Tak Kunjung Hilang? Bisa Jadi Gadget Biang Keladinya-Tips Kesehatan

8 February 2026 15:59

Jakarta: Banyak orang merasa telah menjalani pola hidup sehat, mulai dari menjaga asupan makanan hingga rutin beraktivitas. Namun, tak sedikit yang tetap mengeluhkan tubuh mudah lelah.

Kondisi ini ternyata tidak selalu disebabkan oleh pola makan atau kurangnya olahraga, melainkan juga kebiasaan penggunaan teknologi sehari-hari yang kerap luput dari perhatian.

Penggunaan gadget dalam waktu lama dapat berdampak pada kesehatan mata, kualitas tidur, hingga tingkat energi tubuh. Karena itu, para ahli kesehatan mengingatkan pentingnya memanfaatkan teknologi secara lebih bijak agar tidak berujung pada gangguan fisik.
 

 

Aturan 20-20-20 untuk Kurangi Ketegangan Mata

Salah satu langkah sederhana yang dianjurkan adalah menerapkan aturan 20-20-20 saat menatap layar. American Optometric Association menjelaskan, setiap 20 menit menatap layar, seseorang disarankan mengalihkan pandangan ke objek sejauh sekitar 20 kaki atau enam meter selama 20 detik.

Kebiasaan ini membantu mengurangi ketegangan mata digital (digital eye strain) yang kerap memicu mata lelah, sakit kepala, hingga menurunnya fokus.

Paparan Cahaya Biru dan Gangguan Tidur

Selain mata, paparan cahaya biru dari layar ponsel dan laptop juga berpengaruh pada kualitas tidur. Harvard Health Publishing menyebutkan bahwa cahaya biru di malam hari dapat menekan produksi hormon melatonin yang berperan mengatur siklus tidur.

Akibatnya, seseorang bisa mengalami kesulitan tidur atau tidur tidak nyenyak, yang pada akhirnya membuat tubuh terasa lelah meski durasi istirahat cukup.

Peran Health Tracker dalam Menjaga Aktivitas Fisik

Di sisi lain, teknologi juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung kesehatan. Perangkat seperti smartwatch atau health tracker dinilai membantu meningkatkan kesadaran terhadap aktivitas fisik harian.

Mayo Clinic menjelaskan, fitur pemantauan langkah, detak jantung, hingga pengingat untuk bergerak setelah duduk terlalu lama dapat mendorong gaya hidup yang lebih aktif dan seimbang.

Pentingnya Digital Detox Sebelum Tidur

Tak kalah penting, para pakar tidur merekomendasikan digital detox, setidaknya satu jam sebelum waktu tidur. Sleep Foundation menilai, membatasi penggunaan perangkat elektronik menjelang istirahat membantu otak lebih rileks sehingga kualitas tidur menjadi lebih optimal.

Tidur yang berkualitas berperan besar dalam pemulihan energi dan menjaga kebugaran tubuh keesokan harinya.
   

Teknologi Perlu Dikelola dengan Bijak

Para ahli menekankan bahwa teknologi pada dasarnya dirancang untuk mempermudah kehidupan manusia. Namun, tanpa pengelolaan yang tepat, kebiasaan digital justru berpotensi menguras energi dan memengaruhi kesehatan dalam jangka panjang.

Mulai dari mengatur waktu layar, memberi jeda bagi mata, hingga memastikan tubuh tetap aktif, langkah-langkah kecil ini dapat membawa dampak besar. Sebab pada akhirnya, menjaga kesehatan tubuh tetap menjadi investasi paling berharga untuk menjalani aktivitas sehari-hari.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com. 

(Calista Vanis)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Zein Zahiratul Fauziyyah)