21 January 2026 12:06
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan setoran penerima negara bukan pajak atau PNBP sektor mineral dan batubara (Minerba) mencapai Rp134 triliun di tahun 2026. Target tersebut naik 7,63 persen dari besaran PNBP sektor minerba sepanjang tahun 2025 yang dipatok sebesar Rp14,5 triliun.
Dirjen Minerba Kementerian ESDM Tri Winarno meyakini target setoran PNBP Minerba bisa tercapai seiring dengan peningkatan pengawasan dan tata kelola pertambangan di Tanah Air.
Tri juga mengklaim pemangkasan produksi sejumlah komoditas Minerba pada tahun ini tidak mempengaruhi setoran PNBP. Alasannya, harga komoditas justru terkerek.
Sementara itu, Kementerian ESDM meminta kepada badan usaha pengelola stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta, seperti Shell, bp, dan Vivo, untuk negosiasi dengan Pertamina dalam rangka pembelian produk solar dalam negeri.
Baca Juga :
“Kami bulan Desember kemarin sudah mengirimkan surat ke seluruh badan usaha untuk melakukan proses negosiasi dengan Pertamina,” ucap Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, dilansir dari Antara, Rabu, 14 Januari 2026.
Laode meminta kepada Shell, bp, dan Vivo untuk segera melakukan negosiasi dengan Pertamina. Sebab pemerintah tidak akan memperpanjang tambahan kuota impor untuk produk solar CN48 mulai Maret 2026.
Para pengelola SPBU swasta nantinya akan turut menyerap produksi solar dari Kilang Balikpapan yang baru selesai direvitalisasi atau Refinery Development Master Plan (RDMP) untuk memenuhi kebutuhan pelanggan mereka.
“Maret nanti kami sudah tidak bisa memperpanjang untuk tambahan kuota solar. Jadi dari produksi RDMP (Balikpapan) itu semua nanti diserap untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri,” kata Laode.