Ilustrasi. Foto: Dok MI
Rupiah Masih Nggak Banyak Gerak di Rp16.985 per USD
Eko Nordiansyah • 20 January 2026 09:11
Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan hari kembali mengalami pelemahan. Mata uang Garuda tak berdaya meski dolar AS juga mengalami tekanan akibat situasi global.
Mengutip data Bloomberg, Selasa, 20 Januari 2026, rupiah berada di level Rp16.985 per USD. Mata uang Garuda tersebut melemah 30 poin atau setara 0,18 persen dari Rp16.887 per USD pada penutupan perdagangan sebelumnya.
Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah pada waktu yang sama berada di level Rp16.930 per USD. Rupiah melemah dari Rp16.876 per USD pada pembukaan perdagangan kemarin.
Baca Juga :
Dolar AS Melemah Gegara Perselisihan Greenland
(1).jpg)
(Ilustrasi. Foto: Dok MI)
Rupiah diprediksi melemah
Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memproyeksikan, nilai tukar rupiah akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah. Pada Selasa, 20 Januari 2026, rupiah akan bergerak di rentang Rp16.950 hingga Rp16.980 per dolar AS.Ibrahim menjelaskan tekanan utama rupiah saat ini berasal dari kekhawatiran terhadap kondisi fiskal Indonesia. Defisit anggaran pemerintah tahun lalu tercatat mendekati batas maksimal 3 persen dari PDB, sementara penerimaan pajak belum menunjukkan pemulihan yang signifikan.
"Kondisi ini menambah tekanan terhadap pergerakan mata uang rupiah," ujar Ibrahim dalam keterangan resminya.
Dari sisi global, meskipun dolar AS tidak menguat signifikan, pasar tetap dibayangi oleh ancaman tarif impor Presiden AS Donald Trump sebesar 10 hingga 25 persen terhadap negara-negara Eropa. Kebijakan tersebut memicu ketidakpastian dan mendorong investor bersikap hati-hati terhadap aset berisiko, termasuk mata uang negara berkembang.
Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang tercatat 5,0 persen memberikan sentimen campuran. Meski sesuai target pemerintah Beijing, lemahnya konsumsi domestik Tiongkok dinilai berpotensi menekan prospek ekspor negara mitra dagang di Asia, termasuk Indonesia.