Tim SAR Tutup Operasi Evakuasi Korban Longsor Solok

30 September 2024 17:09

Operasi SAR evakuasi korban longsor tambang emas di Sungai Abu Kecamatan Hiliran Gumanti, Kabupaten Solok Sumaterra Barat resmi ditutup pada Minggu, 29 September 2024, sore. Meski sudah ditutup, tim gabungan masih membuka posko pengaduan jika masih ada keluarga yang melaporkan kehilangan.
 
Hingga Minggu sore tim SAR gabungan menyampaikan terdapat total 25 korban akibat bencana longsor tambang emas ilegal dengan keterangan 13 orang meninggal dunia dan 12 orang selamat.
 

Baca: Seluruh Korban Longsor Tambang Emas Ilegal di Solok Berhasil Dievakuasi

Sebagian dari 12 korban yang selamat saat ini menjalani perawatan di rumah sakit. Kantor SAR Padang berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk mengevaluasi operasi SAR yang sudah dilakukan sejak tiga hari lalu.
 
Hasil dari evaluasi memutuskan untuk menutup evakuasi karena tidak ada laporan warga atas kehilangan anggota keluarga maupun kerabat. Meski ditutup, Tim SAR membuka pos untuk menerima laporan dari masyarakat. Apabila ada warga kehilangan keluarganya operasi SAR akan dibuka kembali.
 
 “Sejumlah 12 orang selamat dan sebagian mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit M Natsir Kabupaten Solok. Dilakukan evaluasi pada pemerintah daerah dan unsur-unsur yang terlibat dalam operasi SAR. Hasil dari evaluasi tersebut, operasi SAR diusulkan untuk ditutup karena tidak ada laporan warga atas kehilangan keluarganya di akibat longsor di Kabupaten Solok,” tutur Kepala Kantor SAR Padang Abdul Malik
 
 “Saat ini kami juga minta untuk melakukan pembukaan posko untuk laporan, apabila ada warga kehilangan maka operasi SAR akan dibuka kembali,” ucap Abdul Malik. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Diva Rabiah)