Asap Karhutla Mengancam Kesehatan, Ini Bahaya Menghirupnya Terus-Menerus-Tips Kesehatan

19 October 2026 12:06

Jakarta: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bukan hanya mengancam kelestarian lingkungan, tetapi juga kesehatan masyarakat di sekitar lokasi kebakaran. Asap yang dihasilkan dapat membawa partikel halus dan gas berbahaya yang mengganggu pernapasan, terutama jika terhirup dalam waktu lama.

Dampaknya bukan sekadar mata perih atau tenggorokan gatal. Paparan asap juga dapat menyebabkan gangguan pernapasan hingga menghambat distribusi oksigen ke seluruh tubuh.
 

 

Bahaya Menghirup Asap Karhutla Terus-Menerus

Melansir Cleveland Clinic, menghirup asap dapat membuat tubuh terpapar partikel halus dan gas beracun yang berpotensi merusak saluran pernapasan serta mengganggu fungsi organ.

1. Merusak Saluran Pernapasan dan Memicu Pembengkakan

Asap karhutla mengandung partikel halus dan berbagai zat berbahaya yang dapat masuk ke saluran pernapasan saat terhirup. Paparan ini dapat memicu iritasi, peradangan, pembengkakan saluran napas (airway edema), hingga penyempitan saluran pernapasan akibat kejang otot bronkus (bronchospasm).

Kondisi tersebut dapat menghambat aliran udara ke paru-paru sehingga menyebabkan sesak napas. Paparan asap juga dapat memperburuk gangguan pernapasan, terutama pada anak-anak, lansia, dan orang yang memiliki penyakit paru-paru sebelumnya.

2. Menghambat Distribusi Oksigen ke Seluruh Tubuh

Asap dari kebakaran dapat mengandung gas beracun, seperti karbon monoksida (CO). Gas ini memiliki daya ikat terhadap hemoglobin dalam sel darah merah yang jauh lebih kuat dibandingkan oksigen.

Akibatnya, kemampuan darah untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh menjadi terganggu. Kondisi kekurangan oksigen ini disebut hipoksia dan dapat membahayakan organ vital, seperti otak dan jantung. Pada paparan berat, keracunan karbon monoksida dapat mengancam jiwa.

Cara Melindungi Diri dari Asap Karhutla

Untuk mengurangi risiko paparan asap karhutla, beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
  • Kurangi aktivitas di luar ruangan saat asap pekat, terutama ketika kualitas udara memburuk.
  • Tutup pintu dan jendela untuk mengurangi masuknya asap ke dalam rumah.
  • Gunakan masker yang sesuai, seperti respirator N95 atau yang setara, untuk membantu menyaring partikel halus. Namun, masker jenis ini tidak melindungi dari gas beracun seperti karbon monoksida.
  • Pantau kualitas udara dan ikuti imbauan dari otoritas setempat.
Jika mengalami sesak napas, nyeri dada, kebingungan, atau gejala berat lainnya setelah terpapar asap, segera cari pertolongan medis.
 

Nah, asap karhutla bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga ancaman bagi kesehatan masyarakat. Karena itu, saat kebakaran hutan dan lahan terjadi, mengurangi paparan asap dan melindungi saluran pernapasan menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com. 

(Sofwa Najla Tsabita Sunanto)

(Zein Zahiratul Fauziyyah)


Close Ads X
Close Ads X