28 January 2026 00:01
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian meminta para gubernur, bupati, dan wali kota di seluruh Indonesia untuk melakukan pemetaan secara rinci titik-titik rawan bencana hidrometeorologi. Langkah ini dinilai penting sebagai upaya pencegahan dan meminimalisir dampak bencana alam yang kerap terjadi akibat cuaca ekstrem.
Permintaan tersebut disampaikan Mendagri saat meninjau lokasi tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, yang menimbun sekitar 30 rumah warga. Dalam kunjungannya, Tito menekankan bahwa penanganan bencana harus dilakukan secara berjenjang, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Untuk penanganan jangka pendek, Mendagri meminta agar pencarian korban yang masih hilang dimaksimalkan, serta memastikan pendampingan bagi keluarga korban, termasuk pemakaman korban meninggal dunia dan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak.
“Yang pertama jangka pendek dulu, semaksimal mungkin mencari yang hilang. Kemudian bagi yang wafat dimakamkan secara layak dan keluarganya dibantu,” ujar Tito.
Ia juga mengapresiasi dukungan dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri, relawan, hingga pemerintah pusat yang bergerak cepat membantu penanganan bencana di lokasi.
| Baca juga: Tekan Potensi Hujan Ekstrem, Satu Ton Garam Disemai di Langit Pantura Jateng |