Semarang: Memperingati Hari Ulang Tahun ke-81, PT Kereta Api Indonesia menggelar Joy Heritage Ride, kegiatan napak tilas mengenang sejarah awal perkeretaapian di Indonesia. PT KAI juga berkomitmen mengedepankan aspek keselamatan dan kenyamanan penumpang serta menyalurkan bantuan sosial bagi masyarakat setempat.
PT KAI menggelar kegiatan napak tilas untuk mengenang sejarah 159 tahun jalur perkeretaapian di Indonesia. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pegawai KAI serta komunitas pecinta kereta api.
Menggunakan Kereta Luar Biasa (KLB) Vintage perjalanan dimulai dari Stasiun Semarang Tawang. Rangkaian kereta kemudian melintasi Stasiun Tanggung dan berakhir di Stasiun Kedung Jati, Kabupaten Grobogan.
Kedua stasiun tersebut memiliki nilai sejarah karena telah beroperasi lebih dari 150 tahun dan menjadi bagian penting dari jalur awal perkeretaapian di Indonesia.
Uniknya, para peserta heritage ride tampil berbeda dengan mengenakan pakaian adat jawa serta kostum ala pejuang kemerdekaan.
Dalam perayaan tahun ini, Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin, menegaskan komitmennya untuk terus membenahi layanan. Fokus utama berada pada peningkatan faktor keselamatan yang tidak dapat ditoleransi, seperti pada penutupan dan pemasangan pintu perlintasan sebidang, hingga sosialisasi keamanan berkendara.
Tak hanya itu, KAI juga menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat sekitar berupa pembuatan sumur bor, tandon air untuk mengatasi kekeringan, hingga paket sembako.
Sementara itu, peserta mengaku senang dan bangga dapat berpartisipasi dalam kegiatan ini. Napak tilas ini diharapkan tidak hanya menjadi pengingat sejarah, tetapi juga sarana edukasi bagi masyarakat mengenai sejarah panjang perkeretaapian di Indonesia.
Melalui rangkaian perayaan ini, PT KAI berharap dapat terus menghadirkan moda transportasi massal yang andal, aman, terjangkau, serta makin memanjakan para penggunanya di seluruh penjuru negeri. (Ica Ervina)