Mengenal Perbedaan Kereta Api di Sumatra, dari Aceh hingga Lampung

Ilustrasi - Kereta api sedang melintas di lintasan antara Stasiun Medan menuju Stasiun Bandar Khalifah ANTARA/Juraidi

Mengenal Perbedaan Kereta Api di Sumatra, dari Aceh hingga Lampung

Silvana Febiari • 25 September 2026 08:41

Jakarta: Kereta api di Pulau Sumatra memiliki karakteristik layanan yang berbeda-beda, menyesuaikan kebutuhan mobilitas masyarakat di setiap wilayah. Mulai dari kereta lokal untuk perjalanan sehari-hari, kereta antarkota, hingga layanan yang menghubungkan kota dengan bandara.

Melansir dari laman resminya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI saat ini mengelola layanan perkeretaapian di Sumatra melalui Divisi Regional (Divre) I Sumatra Utara, Divre II Sumatra Barat, Divre III Palembang, Divre IV Tanjungkarang, serta Subdivre Regional Aceh. Perbedaan layanan tersebut terlihat dari rute, fungsi perjalanan, hingga karakter wilayah yang dilayani.

 

Sumatra Utara: Didominasi Perjalanan Antarkota dan Lokal

Di Sumatra Utara, layanan kereta api banyak menghubungkan Medan dengan sejumlah kota di bagian timur provinsi tersebut.

Beberapa layanan utama di wilayah ini antara lain KA Sribilah Utama dan Sribilah Fakultatif dengan relasi Medan–Rantauprapat, KA Putri Deli dengan relasi Medan–Tanjungbalai, serta KA Siantar Ekspres dengan relasi Medan–Pematangsiantar. Pada Semester I 2026, ketiga layanan tersebut menyumbang sekitar 96,5 persen dari total pelanggan Divre I Sumatra Utara.


Penumpang akan menaiki kereta api di Stasiun Medan. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatra Utara. Foto: Antara


Selain kereta antarkota dan lokal, Sumatra Utara juga memiliki layanan KA Srilelawangsa yang menghubungkan Medan dengan Kualanamu maupun Kuala Bingai. Layanan ini turut mendukung konektivitas menuju Bandara Kualanamu. 

KAI juga tengah mendukung kajian konektivitas jaringan kereta api Sumatra Utara–Aceh. Namun, KAI menegaskan pengembangan tersebut masih dalam tahap kajian dan belum ada keputusan pembangunan maupun jadwal pengoperasian.

Sumatra Barat: Ada Kereta Menuju Bandara

Karakter layanan kereta api di Sumatra Barat cukup berbeda karena terdapat layanan yang secara khusus mendukung konektivitas menuju Bandara Internasional Minangkabau.

KA Minangkabau Ekspres menghubungkan Pulau Aie di Kota Padang dengan Bandara Internasional Minangkabau. Layanan ini berfungsi mendukung perjalanan masyarakat dari kawasan perkotaan menuju bandara maupun sebaliknya.

Selain Minangkabau Ekspres, terdapat KA Lembah Anai dan KA Pariaman Ekspres. Layanan tersebut memperluas konektivitas masyarakat di wilayah Padang, Padang Pariaman, dan kawasan sekitarnya. 


Kereta api Minangkabau Ekspres berhenti di Stasiun Pulau Aie. (Dokumentasi/ Wikipedia)

Sumatra Selatan: Menghubungkan Palembang hingga Lubuklinggau

Di Sumatra Selatan, layanan kereta api memiliki karakter perjalanan regional dengan rute yang menjangkau sejumlah kota di wilayah tersebut.

Salah satu layanan jarak jauh yang menjadi bagian dari jaringan Sumatra adalah KA Sindang Marga dengan relasi Kertapati–Lubuklinggau. Ada pula KA Bukit Serelo yang melayani relasi Kertapati–Lubuklinggau. Kedua layanan tersebut masuk dalam lima layanan kereta dengan relasi terpanjang di Sumatra.

Selain mengangkut penumpang, jaringan kereta api di Sumatra Selatan juga berperan dalam mendukung aktivitas ekonomi. KAI mencatat perjalanan pelanggan di stasiun-stasiun wilayah tersebut berkaitan dengan pusat pemerintahan, perdagangan, pendidikan, industri, pertambangan, dan permukiman. 

Sumatra Selatan juga memiliki LRT Sumatra Selatan yang memiliki karakter berbeda dari kereta api antarkota. Layanan ini merupakan transportasi perkotaan yang salah satunya menghubungkan kawasan Kota Palembang dengan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II. 

Lampung: Terhubung dengan Sumatra Selatan

Layanan kereta api di Lampung berada dalam wilayah operasional Divre IV Tanjungkarang. Salah satu layanan utamanya adalah KA Rajabasa yang menghubungkan Tanjungkarang dengan Kertapati di Sumatra Selatan.

Ada pula KA Kuala Stabas yang melayani relasi Tanjungkarang–Baturaja. Rute tersebut memiliki panjang sekitar 215 kilometer dan menghubungkan wilayah Lampung dengan Kabupaten Ogan Komering Ulu di Sumatra Selatan sedangkan Aceh saat ini memiliki cakupan layanan yang lebih terbatas dan konektivitas kebutuhan setiap daerah. 

Aceh: Layanan Masih Terbatas

Berbeda dengan wilayah Sumatra lainnya, jaringan kereta api di Aceh saat ini memiliki layanan yang lebih terbatas. KAI mencatat Aceh sebagai Subdivisi Regional dalam struktur pengelolaan wilayah Sumatra. Salah satu layanan yang disebut KAI adalah KA Cut Meutia. 

Sementara itu, konektivitas kereta api antara Aceh dan Sumatra Utara masih dalam tahap kajian pemerintah. KAI menyatakan siap memberikan dukungan dari sisi data operasional, kebutuhan sarana, dan proyeksi pelayanan apabila pengembangan jaringan tersebut nantinya diputuskan. 

Apa Perbedaan Kereta di Sumatra?

Secara sederhana, perbedaan kereta api di Sumatra dapat dilihat dari fungsi dan wilayah layanannya.
  • Sumatra Utara: Memiliki sejumlah layanan yang menghubungkan Medan dengan kota-kota di bagian timur, seperti Rantauprapat, Tanjungbalai, dan Pematangsiantar.
  • Sumatra Barat: Memiliki layanan yang mendukung mobilitas lokal sekaligus koneksi menuju Bandara Internasional Minangkabau.
  • Sumatra Selatan: Memiliki layanan antarkota hingga Lubuklinggau serta LRT perkotaan di Palembang.
  • Lampung: Memiliki layanan yang menghubungkan Tanjungkarang dengan sejumlah wilayah di Sumatra Selatan.
  • Aceh: Saat ini memiliki cakupan layanan yang lebih terbatas. Konektivitas menuju Sumatra Utara masih dalam tahap kajian.

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa layanan kereta api di Sumatra berkembang mengikuti kebutuhan setiap daerah. Ada kereta yang berfungsi sebagai angkutan harian masyarakat, penghubung antarkota, akses menuju bandara, hingga transportasi perkotaan.

(Silvana Febiari)