Jembatan Cirahong, dok: Instagram @keretaapikita
Sejarah Jembatan Cirahong, Saksi Transformasi Kereta Api Sejak 1893
Putri Purnama Sari • 24 September 2026 16:07
Jakarta: Jembatan Cirahong merupakan salah satu warisan bersejarah dalam perjalanan perkeretaapian di Jawa Barat. Berdiri sejak 1893, jembatan ini telah menjadi saksi perjalanan masyarakat dari generasi ke generasi sekaligus perubahan zaman.
Jembatan Cirahong dibangun oleh Staatsspoorwegen (SS) sebagai bagian dari jalur kereta api Warungbandrek-Kesugihan. Jembatan sepanjang 202 meter tersebut menghubungkan wilayah Tasikmalaya dan Ciamis.
Keunikan Jembatan Cirahong terletak pada konstruksinya yang memiliki dua tingkat. Jalur kereta api berada di bagian atas, sedangkan bagian bawah sebelumnya digunakan sebagai akses bagi kendaraan dan masyarakat. Hingga kini, jalur bagian atas Jembatan Cirahong masih digunakan untuk perjalanan kereta api.
Dibangun Sejak 1893

Jembatan Cirahong, dok: Instagram @keretaapikita
Mengutip unggahan akun Instagram resmi @keretaapikita, pembangunan gedung utama Jembatan Cirahong dimulai pada 19 Agustus 1893.
Tidak membutuhkan waktu lama, konstruksi bagian atas jembatan diselesaikan pada 29 September 1893. Selanjutnya, pada pertengahan Desember 1893, Jembatan Cirahong mulai dilalui kereta api.
Jalur Tasikmalaya-Kesugihan kemudian resmi dibuka pada 1 November 1894. Jalur tersebut dibangun untuk mendukung angkutan hasil perkebunan, memangkas waktu dan jarak perjalanan, serta mendukung kebutuhan pergerakan pertahanan pada masa itu. Jembatan Cirahong berada di antara Stasiun Manonjaya dan Stasiun Ciamis.
Punya Konstruksi Bertingkat
Salah satu hal yang membuat Jembatan Cirahong menarik adalah konstruksinya yang bertingkat. Jembatan tersebut memiliki jalur kereta api di bagian atas dan akses masyarakat di bagian bawah.
KAI menyebut Jembatan Cirahong sebagai jembatan kereta api bertingkat dengan tipe yang unik di Indonesia. Jembatan tersebut memiliki dua tiang penopang. Struktur awalnya menggunakan rangka baja yang kemudian diperkuat dengan tiang rangka beton.
Adapun berat konstruksi besi Jembatan Cirahong terdiri atas:
- Bangunan atas: 795 ton
- Dua pilar besi: 195 ton
- Total konstruksi besi: 990 ton
Material konstruksi jembatan tersebut diketahui didatangkan langsung dari Eropa.
Jembatan Cirahong Diperkuat pada 1956-1958
Seiring perkembangan zaman dan kebutuhan perjalanan kereta api, Jembatan Cirahong juga mengalami perbaikan dan pemeliharaan. Pada 1956-1958, Djawatan Kereta Api melakukan perbaikan dan pemeliharaan terhadap jembatan tersebut.
Penguatan tersebut turut mendukung peningkatan kapasitas muatan jalur Cibatu-Banjar. Kapasitas jalur yang sebelumnya mencapai 5,5 ton per meter meningkat menjadi 8,75 ton per meter.
Bagian Bawah Tak Lagi Bisa Dilalui Mobil Sejak 2021
Jembatan Cirahong hingga saat ini masih digunakan untuk perjalanan kereta api. Kereta melintas melalui jalur di bagian atas jembatan. Sementara itu, akses pada bagian bawah jembatan mengalami perubahan. Sejak 2021, bagian bawah Jembatan Cirahong tidak lagi dapat dilalui mobil. Akses tersebut kini hanya diperbolehkan bagi sepeda motor dan pejalan kaki.
Dengan usia lebih dari 130 tahun, Jembatan Cirahong tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan perkeretaapian di Jawa Barat. Jembatan ini tidak hanya menjadi penghubung wilayah Tasikmalaya dan Ciamis, tetapi juga menjadi salah satu warisan sejarah perkeretaapian yang masih berfungsi hingga sekarang.